Damandiri Salurkan Bantuan Gerobak Rakyat di Desa Madura

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Yayasan Damandiri memberikan bantuan gerobak rakyat untuk para pedagang kecil di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera.

Ketua Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso mengatakan, total bantuan gerobak rakat Rp16 juta dan diberikan kepada 16 orang penerima. Sehingga masing-masing gerobak senilai Rp1 juta.

“Ini program sosial dari Yayasan Damandiri, ada bantuan gerobak rakyat dan ada pula bantuan lantainisasi, jambanisasi serta beasiswa untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang kembali diberikan,” kata Puji Heri, Sabtu (3/10/2020).

Lebih lanjut Heri merinci untuk bantuan lantainisasi diberikan kepada 220 keluarga di Desa Madura, kemudian jambanisasi untuk 283 keluarga dan gerobak rakyat untuk 16 orang. Program bantuan tersebut diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat.

Salah satu penerima bantuan gerobak rakyat, Ibu Ani, warga Desa Madura mengatakan, ia sangat terbantu dengan gerobak rakyat. Karena bisa menambah penghasilan keluarganya.

Sebelumnya, Ibu Ani berjualan sayur matang dengan berkeliling kampung. Ia harus berkeliling ke rumah-rumah warga dan meninggalkan anaknya yang masih usia 4 tahun di rumah. Namun, setelah mendapatkan bantuan gerobak rakyat, ia mulai berjualan berbagai macam gorengan di depan rumahnya dan anaknya yang masih kecil bisa terpantau.

“Sudah dua bulan ini saya jualan gorengan di depan rumah, ada cireng, basreng dan lainnya. Jualannya mulai sore hari, saat banyak anak-anak mengaji,” tuturnya.

Ibu Ani hanya berjualan sekitar dua jam dan jika sedang ramai pembeli, ia mendapat tambahan penghasilan sekitar Rp100.000 dalam sehari. Namun, saat sedang sepi, ia hanya mendapatkan Rp50.000 per hari. Meskipun begitu, ia sangat mensyukurinya karena ada tambahan penghasilan untuk keluarganya.

Suaminya, Pak Undang bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan Rp100.000 per hari. Sehingga tambahan penghasilan dari berjualan gorengan tersebut, sangat membantu ekonomi keluarga.

“Anak saya dua, yang satu sudah sekolah di SMA dan yang satu masih usia 4 tahun, jadi harus terus memutar otak untuk mencari tambahan penghasilan. Alhamdulillah sekarang sudah bisa berjualan gorengan di depan rumah. Kalau sore hari, ramai anak-anak pergi mengaji, jadi saya jualannya sore dan hanya sekitar 2 jam saja, biasanya dagangan sudah habis,” kata ibu dua anak ini.

Lihat juga...