Dampak Banjir 12 Tanggul Sungai di Kebumen, Jebol

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KEBUMEN – Sebanyak 12 tanggul sungai di Kabupaten Kebumen jebol akibat banjir yang menerjang wilayah tersebut. Selain itu, beberapa saluran irigasi juga rusak dan satu jembatan gantung di Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan putus.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Teguh Kristiyanto, mengatakan, banyaknya tanggul yang jebol tersebut menyebabkan luapan air sungai masuk ke rumah-rumah warga. Saat ini beberapa tanggul sudah mulai diperbaiki dan bahkan sudah ada yang selesai diperbaiki.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Teguh Kristiyanto, dijumpai di Kebumen, Kamis (29/10/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Perbaikan tanggul-tanggul sungai yang jebol ini memang kita prioritaskan, sehingga jika terjadi hujan deras lagi, minimal tanggul sudah berfungsi sehingga bisa meminimalkan banjir,” kata Teguh, Kamis (29/10/2020).

Tanggul sungai yang jebol antara lain berlokasi di Desa Kedungbulus, Kecamatan Prembun, tanggul yang jebol sepanjang 10 meter. Kemudian di Desa Krakal, Kecamatan Alian, tanggul yang jebol mengakibatkan debit Sungai Kedungbener meluap dan menggenangi rumah warga hingga ketinggian 50 meter.

Tanggul jebol juga terjadi pada beberapa desa lainnya di Kecamatan Alian, seperti Desa Suroturunan tanggul jebol sepanjang 16 meter dan lebar 1,5 meter, kemudian di Desa Bojongsari juga terdapat satu tanggul jebol.

Di Kecamatan Kebumen, tanggul jebol terjadi di Desa Tanahsari dan Desa Sumberdadi, kemudian di Desa Sugiwaras Kecamatan Adimulyo, Desa Klepusanggar Kecamatan Sruweng serta dua desa di Kecamatan Puring, yaitu Desa Sugiwaras dan Madurejo.

“Perbaikan tanggul-tanggul yang jebol diperkirakan dalam 1-2 hari ke depan sudah selesai, karena kita kerahkan alat berat yang cukup banyak serta beberapa juga dibangun bronjong untuk penahan air sementara,” jelas Teguh.

Selain tanggul jebol, beberapa saluran irigasi juga rusak, antara lain di Desa Kretek Kecamatan Rowokele.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen, Salam, mengatakan, selain banjir juga terjadi beberapa longsor di wilayah Kebumen. Antara lain di Kecamatan Karangsambung, longsor menimpa tiga rumah warga, kemudian di Kecamatan Karanggayam, ada rumah warga, jalan serta jembatan yang tertimpa longsor.

Titik longsor paling banyak terjadi pada Kecamatan Karanggayam, Rowokele, Alian, Pejagoan dan Kecamatan Sruweng. Pada kecamatan tersebut, selain rumah warga, longsor juga menimbun jalan desa.

“Untuk longsor cukup banyak yang merusak rumah warga, kalau dari data kerugian sementara yang kita inventarisir, jumlah kerugian akibat longsor sekitar Rp 440.500.000. Kalau untuk kerugian akibat banjir, masih dalam perhitungan,” tuturnya.

Lihat juga...