Dana Desa Dukung Kegiatan Olah Raga di Desa

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Karang Taruna Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mendukung alokasi Dana Desa (DD) bagi kegiatan olah raga. Dengan dana tersebut, berbagai kegiatan pembinaan atlet sejak dini dan pemenuhan fasilitas olah raga, bisa dilakukan.

Budi Prasetiyo, ketua Karang Taruna Ketapang, menyebut sebanyak 17 desa yang ada di kecamatan itu sudah memiliki fasilitas olah raga yang memadai. Sebagian desa mengalokasikan DD untuk penyediaan meja tenis meja dan lapangan bulu tangkis.

Prioritas dana desa untuk penyediaan fasilitas fisik, sebut Budi Prasetiyo, akan mendukung kegiatan olah raga di pedesaan. Ia pun mendorong pemanfaatan sejumlah fasilitas olah raga untuk kegiatan pembinaan. Pembinaan atlet sejak usia dini, menjadi bagian dari program prioritas Karang Taruna dalam bidang olah raga.

Budi Prasetiyo, Ketua Karang Taruna Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, saat dikonfirmasi Cendana News di balai desa Bangunrejo, sekaligus sebagai lapangan bulutangkis indoor, Jumat (9/10/2020). -Foto: Henk Widi

Menurutnya, pelatihan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang olah raga sangat penting. Terlebih di wilayah Ketapang muncul sejumlah sekolah sepak bola (SSB) usia dini. Selain SSB, sejumlah pusat latihan karate, tenis meja dan pencak silat berkembang dengan baik. Dukungan dari desa untuk pengembangan olah raga bisa berbentuk uang pembinaan.

“Saat ini, di Kecamatan Ketapang memiliki sejumlah wasit dan pelatih yang telah bersertifikat, dan itu harus dimaksimalkan agar anak-anak muda di pedesaan berpotensi untuk menjadi atlet berbakat, tentunya dengan dukungan dari pelatih,” terang Budi Prasetiyo, Jumat (9/10/2020).

Menurut Budi, SSB Armundo, salah satu yang aktif di Kecamatan Ketapang menjadi wahana berlatih bagi anak-anak. Selain SSB Armundo yang ada di Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, juga ada SSB di Desa Sri Pendowo. Keberadaan SSB memanfaatkan lapangan desa setempat untuk berlatih olah raga. Fasilitas memadai menjadi bentuk dukungan bagi pelatihan generasi muda pada bidang olah raga sepak bola.

Sejumlah kompetisi antardesa yang digelar untuk kegiatan olah raga juga didukung oleh setiap desa. Selama ini, setiap desa telah mengalokasikan DD untuk penyediaan lapangan tenis meja dan bulu tangkis. Meski demikian, akibat pandemi Covid-19 sejumlah alokasi DD terpaksa dialihkan untuk penanganan penanggulangan virus tersebut.

Ruhgiyanto, Kepala Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, menyebut fasilitas olah raga disediakan oleh desa. Fasilitas yang disiapkan meliputi lapangan bulu tangkis indoor di balai desa. Lokasi tersebut juga dipergunakan untuk kegiatan latihan senam bagi para anggota klub jantung sehat. Fasilitas tenis meja juga disediakan untuk olah raga warga.

“Saat ini, meja tenis disiapkan di salah satu dusun, agar warga bisa melaksanakan olah raga secara rutin,” bebernya.

Sesuai usulan dari Karang Taruna desa dan kecamatan, ia menyebut alokasi bagi kegiatan olah raga tetap diprioritaskan. Alokasi tersebut masuk dalam anggaran bagi pengembangan pemuda dan bidang olah raga. Namun sejak Covid-19, alokasi bagi penanganan pandemi berimbas dilakukan refocusing anggaran.

Selain itu, penanganan bidang kesehatan penurunan angka stunting masih menjadi prioritas untuk menciptakan generasi sehat. Penggunaan DD, sebut Ruhgiyanto, untuk bidang olah raga dimasukkan dalam musyawarah rencana pembangunan desa (Murembangdes). Dukungan bagi kegiatan olah raga sekaligus mendorong tingkat keaktifan generasi muda setempat.

Lihat juga...