Debat Publik Pilkada Blitar Melibatkan Lima Orang Panelis

Ilustrasi - Pilkada Serentak 2020 – Foto Ant

BLITAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar, Jawa Timur, berencana melibatkan lima orang panelis, dalam agenda debat publik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 sesi pertama. Debat publik sesi pertama dijadwalkan Rabu (21/10/2020).

“Panelisnya ada lima. Mereka tokoh masyarakat, akademisi. Mereka sesuai keilmuan, ketokohan, jadi sesuai bidang masing masing, tapi untuk nama kami belum bisa sebut,” kata Anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Blitar, Rangga Bisma Aditya, Senin (19/10/2020).

Sesuai jadwal, KPU Kota Blitar akan menyelenggarakan debat publik pertama pada Rabu (21/10/2020). Kegiatannya di Gedung Kesenian Aryo Blitar. Debat sesi pertama, akan mengambil tema tentang kesejahteraan rakyat.

Debat akan berlangsung selama 120 menit. Di debat publik pertama, juga akan dilakukan debat terbuka selama empat menit. Masing-masing calon memberikan pertanyaan dan langsung dijawab secara terbuka dengan bebas. Setelah selesai, dilanjutkan dengan sesi lainnya termasuk tanya jawab oleh panelis.

Anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Blitar, Rangga Bisma Aditya – Foto Ant

Sedangkan, untuk debat kedua, dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2020. Di debat sesi kedua, akan mengambil tema tentang tata kelola pemerintah, kebijakan publik, pelayanan publik. Untuk debat ketiga, direncanakan berlangsung 24 November 2020, dengan mengambil tema ekonomi. Debat lebih membahas tentang pembangunan UMKM, infrastruktur, termasuk pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Rangga menyebut, setiap sesi debat akan memiliki model berbeda. Nantinya, akan dibuat konsep pertanyaan dari masyarakat, yang ditayangkan lewat video. Juga akan dibuat sayembara melibatkan masyarakat, bisa bertanya dan divideokan dan nantinya harus dijawab oleh peserta debat publik. Untuk selanjutnya, debat juga akan menggunakan Bahasa Jawa. Hal itu sebagai wujud kearifan lokal, sehingga lebih dekat dengan masyarakat yang merupakan pemilih dalam Pilkada 2020.

Rangga menegaskan, di setiap debat jumlah panelis sama. Namun untuk panelisnya tergantung tingkat keilmuan masing-masing. Hal itu juga disesuaikan dengan tema dari debat publik. Untuk jumlah peserta yang bisa masuk di area debat publik, dibatasi demi mematuhi protokol kesehatan. Selain empat orang yang merupakan peserta pilkada, yakni dua pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Blitar, juga dua orang dari Bawaslu Kota Blitar, dua orang perwakilan tim kampanye, panelis, moderator serta dari KPU Kota Blitar.

Sementara itu, KPU Kota Blitar sudah menetapkan jumlah pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 114.890 orang pemilih. Pemilih tersebut tersebar di tiga kecamatan wilayah Kota Blitar. Aspirasi mereka akan diberikan pada 259 tempat pemungutan suara (TPS).

Di Kota Blitar, pilkada akan diikuti dua pasangan calon kepala daerah, Petahana Wali Kota Blitar, Santoso, yang bergandengan dengan calon Wakil Wali Kota Blitar Tjutjuk Sunario. Dan pasangan Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto. (Ant)

Lihat juga...