Debit Air Sungai Batanghari Meningkat, BPBD Proses Status Siaga Darurat

Alat pengukur ketinggian air (APKA) di Sungai Batanghari, yang dalam beberapa hari terakhir menunjukan vokume yang meningkat – Foto Ant

JAMBI – Debit air Sungai Batanghari, dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal itu mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, mengajukan status siaga darurat banjir kepada Bupati Batanghari.

“Dalam sepekan terakhir debit air Sungai Batanghari terus meningkat, maka dari itu hari ini atau besok akan kita masukan pengajuan siaga darurat banjir kepada Pak Bupati,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari, Samral Lubis, Senin (12/10/2020).

Dalam waktu tiga hari, peningkatan debit air Sungai Batanghari meningkat 32 sentimeter. Pantauan petugas BPBD setempat, daerah itu debit air Sungai Batanghari berada di angka 76 sentimeter. Dan pada Senin (12/10/2020), debit air Sungai Batanghari sudah berada di angka 108 sentimeter. Pengajuan status siaga darurat banjir, turut memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG.

Pada tahun ini, musim hujan yang terjadi yakni musim hujan lanina. Sehingga intensitas curah hujan lebih tinggi. Hal tersebut di buktikan dengan hujan yang terus terjadi di wilayah Batanghari dalam sepekan terakhir.

Meski debit air Sungai Batanghari belum meluap ke pemukiman warga, namun warga tetap di imbau untuk waspada. Mengingat selain intensitas curah hujan yang tinggi, debit air sungai Batanghari sewaktu waktu dapat meningkat drastis karena kiriman air dari hulu sungai. “Terutama warga yang pemukimannya berada di sepanjang bantaran Sungai Batanghari, selain banjir yang turut di waspadai yakni terbis atau longsornya tebing sungai,” kata Samral Lubis.

Ada 86 desa dan kelurahan di daerah itu yang rawan banjir. Desa dan kelurahan tersebut berada di sepanjang bantaran sungai, baik bantaran Sungai Batanghari, maupun bantaran anak Sungai Batanghari. Sementara itu, hasil pantauan petugas BPBD, sejumlah perkebunan dan areal persawahan warga di daerah itu sudah ada yang terendam. “Laporan secara resmi, berapa hektare jumlah kebun dan sawah yang terendam belum masuk, namun pantauan dari petugas sudah ada sawah dan kebun yang terendam,” pungkas Samral Lubis. (Ant)

Lihat juga...