Demo Ricuh di Pontianak, Polisi Pastikan tak Ada Mahasiswa Ditahan

PONTIANAK – Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go, memastikan tidak ada mahasiswa yang ditangkap terkait aksi demo menolak disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja, Rabu (18/10) malam, yang sempat diwarnai ricuh.

“Sempat terjadi kericuhan saat menjelang malam, diawali dari pembakaran ban oleh pendemo yang mengganggu lalu lintas di sekitar lokasi Tugu Bundaran Digulis Untan Pontianak,” kata Donny Charles Go, dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Kamis (29/10/2020).

Dia menjelaskan, kehadiran personel Polda Kalbar bersama Polresta Pontianak Kota di sana untuk melakukan pengamanan terhadap aksi demo, atau penyampaian pendapat oleh teman-teman BEM Kalbar.

Awal mula pihak kepolisian masih memberikan toleransi kepada pendemo atau pengunjuk rasa yang melakukan aksinya melebihi waktu yang ditentukan. Namun, terjadi dorongan saat pendemo mulai ingin menutup jalan dan melakukan pembakaran ban.

“Setelah pukul 18.00 WIB, massa mencoba menutup salah satu ruas jalan dan melakukan pembakaran ban, dan dengan sengaja ban tersebut didorong ke arah petugas. Saat itulah terjadi dorongan antara petugas dan massa,” ungkapnya.

Selain itu, sempat ada suara letupan yang berasal dari tempat berbeda di sekitar kerumunan mahasiswa pendemo, hingga menimbulkan asap tebal yang mengakibatkan formasi mahasiswa dan aparat keamanan tercerai berai.

Selanjutnya, menurut dia petugas kepolisian memisahkan mahasiswa dan massa yang melakukan pembakaran tersebut, dengan tujuan mengantisipasi adanya provokator atau penyusup.

“Ada 15 orang yang sempat kami amankan di sekitar lokasi pembakaran ban, namun setelah dilakukan interogasi awal, ternyata semuanya adalah mahasiswa, sehingga saat itu juga langsung dikembalikan ke korlap,” jelasnya.

Donny juga memastikan, selama pengamanan petugas kepolisian tidak ada yang melakukan pemukulan terhadap pendemo. Ia juga menyebutkan, sebelum pelaksanaan pengamanan unjuk rasa seluruh personel diberikan arahan untuk bersikap humanis, bahkan personel dilarang untuk membawa senjata api.

“Dari laporan yang saya terima, saat ini ada dua mahasiswa yang dirawat di rumah sakit Bhayangkara, karena mengidap penyakit asma dan mengalami luka lecet yang tidak diketahui penyebab lukanya,” katanya.

Sedangkan untuk korban dari petugas kepolisian ada dua orang yang salah satunya Karo Ops Polda Kalbar Kombes (Pol) Suyanto, yang menjalani rawat jalan.

“Sementara satu personel lainnya, diduga terkena lemparan dalam bentuk serbuk yang mengenai mata, sehingga harus mendapatkan perawatan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...