Desa Argomulyo Produksi Makanan Beku, Tingkatkan Nilai Jual

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Selain mendorong warganya menjalankan usaha budi daya memanfaatkan teknologi terbaru, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo juga menginisiasi pengolahan hasil budi daya menjadi produk bernilai jual tinggi. 

Salah satu produk olahan yang dihasilkan adalah makanan beku atau frozenfood. Selain bisa meningkatkan keuntungan dan pendapatan warga, adanya pengolahan produk frozenfood ini juga diharapkan perlahan mampu mewujudkan kemandirian pangan di Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo tersebut.

Pelaksana program budi daya pertanian perikanan terpadu Argomulyo, Danang Indra, mengatakan, frozenfood dipilih karena sejumlah pertimbangan. Selain memiliki pasar yang luas, mudah dibuat, serta mampu meningkatkan daya tahan atau keawetan produk menjadi lebih lama, juga mampu meningkatkan nilai jual produk hingga dua kali lipat.

“Hasil budi daya ayam Joper jika dijual daging berkisar Rp45-50ribu per kilogramnya. Sementara jika diolah menjadi frozenfood, nilai jualnya bisa meningkat hingga Rp60-80ribu per kilogram. Itu sudah dalam bentuk siap masak, serta bisa awet hingga 1 tahun,” katanya.

Sementara itu, hal yang sama juga diungkapkan pelaksana program budidaya pertanian perikanan terpadu Argomulyo, Supriyadi. Ia menyebut, produk hasil olahan nila serta lele berupa frozenfood, akan memiliki nilai jual lebih mahal. Lele, misalnya, jika dijual daging mentah berkisar Rp18ribu per 7 pcs, namun dalam bentuk frozenfood bisa laku Rp20-22ribu per 4 pcs.

“Di era modern seperti sekarang ini, banyak masyarakat ingin semuanya praktis, sehingga produk frozenfood sangat digemari. Karena itu, pasarnya jelas dan sangat luas. Untuk kota-kota besar seperti Jakarta, harganya bahkan lebih tinggi. Selisihnya sampai Rp20ribu per kilo,” katanya.

Sebagaimana diketahui, dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan desa, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, selalu penggerak Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo, berupaya mendorong warganya menerapkan sistem pertanian perikanan peternakan terpadu.

Yakni, sistem yang mampu menghasilkan beberapa produk budi daya secara sekaligus, dalam hal ini ayam Joper, lele, hingga sayuran segar hidroponik. Sistem ini dipilih karena dinilai mampu nenekan biaya produksi secara signifikan. Hal itu tak lepas dari sistem yang memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku utama budi daya magot, yang nantinya menjadi sumber pakan lele serta ayam Joper.

Dengan penerapan sistem budi daya terpadu serta pengolahan hasil panen menjadi produk frozenfood tersebut, diharapkan penghasilan seluruh warga Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo yang merupakan binaan Yayasan Damandiri bisa bertambah. Dan, pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga desa.

Lihat juga...