Desa Sasak Mewakili Sumbar Lomba Perpustakaan Tingkat Nasional

Editor: Makmun Hidayat

PASAMAN BARAT – Nagari/Desa Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mampu unjuk gigi soal literasi kendati berada di daerah yang sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Desa ini dinyatakan menjadi perwakilan Sumatera Barat untuk mengikuti lomba perpustakaan tingkat nasional 2020 oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat.

Wali Nagari Sasak Efrizal, mengatakan, terpilihnya perpustakaan di daerahnya itu setelah adanya penilaian perpustakaan Nagari Sasak yang dilaksanakan secara daring oleh Tim Penilai Perpustakaan Nasional pada Kamis (1/10/2020) kemarin.

Meski baru ditunjuk untuk mewakili Sumatera Barat ke tingkat nasional, masyarakat di Desa Sasak menyampaikan rasa bangga karena desanya yang begitu jauh dari ibu kota provinsi, mampu muncul sebagai perpustakaan yang terbaik di Sumatera Barat.

“Alasan perpustakaan di desa kami ini terpilih menuju nasional. Karena perpustakaan di nagari atau desa kami ini tidak hanya menjadi tempat membaca saja, tapi juga dapat berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat untuk gemar membaca,” ujarnya, Minggu (4/10/2020).

Menurutnya, perpustakaan nagari merupakan ujung tombak layanan perpustakaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat nagari. Untuk itu, perpustakaan desa didorong untuk melakukan transformasi menjadi pusat belajar dan berkegiatan masyarakat.

Dikatakannya bahwa pemerintah daerah juga sangat berkomitmen dalam meningkatkan perpustakaan nagari dalam bentuk dukungan regulasi Perbup Nomor 1 Tahun 2020.

“Jadi dengan adanya regulasi ini, kita dapat menganggarkan pengadaan pembangunan gedung perpustakaan baru yang representatif. Sehingga pelayanan dan ketersediaan buku semakin membaik,” sebutnya.

Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berkarya dan memajukan perpustakaan yang dapat dimulai dari desa seperti yang dilakukan Sasak.

Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Wardarusmen mengatakan, perpustakaan Nagari Sasak terbilang sudah berpengalaman soal lomba ini, karena tahun 2019 lalu perpustakaan Sasak juga telah menjadi juara I.

Dengan telah terpilihnya Perpustakaan Nagari Sasak menuju lomba tingkat nasional, maka perwakilan dari Sumatera Barat itu akan berhadapan dengan 33 perpustakaan desa lainnya yang merupakan perwakilan di setiap provinsi.

“Saya berharap kali ini perpustakaan Sasak bisa menang. Karena memang sudah dua kali Pustaka Nagari Sasak mengikuti lomba serupa. Tahun 2019, berhasil meraih juara 1 di klaster B,” ungkapnya melalui pesan singkat Minggu sore.

Menurutnya lomba seperti itu sangatlah penting, karena akan dapat memotivasi bagi perpustakaan di desa lainnya di Sumatera Barat untuk terus meningkatkan dari segala sisi. Sebab bila perpustakaan bagus, maka masyarakatnya akan cerdas pula.

“Jangan sampai untuk desa yang belum bisa mewakili Sumatera Barat malah tidak bersemangat. Tapi jadikan hal ini mendorong untuk lebih baik lagi kedepannya,” tegas dia.

Lihat juga...