Di Gayo Lues, Lima Hektare Sawah Siap Panen Terendam Banjir

Seorang petani berada di areal persawahan yang terendam banjir – Foto Ant

BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, sekira lima hektare sawah siap panen di Kampung (Desa) Leme, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh terendam banjir.

Air dari meluapnya Sungai Aih Jahul merendam kawasan tersebut. “Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang melanda Gayo Lues berakibat meluapnya Sungai Aih Jahul di Kampung Leme, Minggu (4/10/2020) pukul 23.00 WIB,” kata Kepala Pelaksana BPBA, Sunawardi, Rabu (7/10/2020).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues sudah turun ke lokasi banjir, pada Selasa (6/10/2020), setelah mendapat laporan dari Pemerintahan Kampung Leme. BPBD setempat melakukan peninjauan ke lokasi banjir, untuk mendata dampak kerugian material ditimbulkan.

Di antaranya kerusakan lahan persawahan dengan jenis tanaman padi. “Sejumlah petani yang memiliki petak sawah ini mengalami kerugian, dan terancam gagal, panen akibat banjir sempat menutupi tanaman padi mereka,” jelasnya.

Ia memastikan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban mengungsi dari bencana banjir tersebut. “Kalau korban, tidak ada dan ketinggian air di lahan persawahan pun sudah surut,” tambah Sunawardi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca di Provinsi Aceh, yang terus diperbarui. “Masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Aceh Utara dan sekitarnya,” kata prakirawan BMKG Aceh.

Kondisi ini dapat meluas ke Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan sekitarnya. “Diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 24.00 WIB,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...