Dinkes Makassar Fokuskan Pelacakan COVID-19 di Perkantoran

MAKASSAR – Dinas Kesehatan Kota Makassar, saat ini memfokuskan upaya pelacakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19 di perkantoran.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Naisyah Tun Azikin menjelaskan, hal itu penting dilaksanakan, mengingat adanya temuan penyebaran COVID-19 di wilayah perkantoran. “Jadi untuk sementara belum berencana melakukan pemeriksaan tes usap di kecamatan zona merah. Justru pemerintah fokus dulu melakukan pelacakan di kawasan perkantoran,” katanya, Senin (26/10/2020).

Kebijakan tersebut tidak terlepas dari data epidemiologi Satgas COVID-19 Kota Makassar, yang telah merilis distribusi kasus berdasarkan pekerjaan untuk periode Agustus dan September 2020. Dari hasil survei diketahui, kawasan perkantoran swasta menjadi tempat penularan paling tinggi, dengan angka 210 kasus COVID-19 pada Oktober dan 137 kasus pada September 2020.

Naisyah mengatakan, tim kesehatan sudah dua kali turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan di Kantor Bappeda Makassar, karena ada dua staf yang terkonfirmasi COVID19. Sementara, upaya melakukan tes usap di empat kecamatan yang dinyatakan zona merah, hingga saat ini masih menunggu perkembangan di lapangan. Hal itu dikarenakan, tes tahap pertama yang dilakukan minim partisipasi masyarakat.

Ada empat kecamatan, yang saat ini dinyatakan masuk zona merah, karena memiliki kasus terbanyak COVID-19. Sesuai urutan kasus tertinggi wilayah kecamatan tersebut adalah, Rappocini, Biringkanayya, Tallo, dan Mamajang. (Ant)

Lihat juga...