Dinkes Sikka Harap Kekurangan Nakes  di Puskesmas Segera Terisi

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Dinas Kesehatan (Dinkes) mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terkait kekurangan dan kelebihan Tenaga Kesehatan (Nakes) di beberapa Puskesmas yang ada.

BKDPSDM pun sudah melakukan perekrutan Nakes untuk ditempatkan di dua Puskesmas, yakni Puskesmas Mapitara dan Puskesmas Habibola, yang mengalami kekurangan tenaga dan diharapkan minggu ini bisa terealisasi.

“Saya sudah mengutus staf untuk membicarakannya dengan BKDPSDM pada Jumat (9/10/2020). Kita harapkan secepatnya ada pengganti Nakes di dua Puskesmas ini,” sebut Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat ditemui Cendana News di kantornya, Senin (12/10/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, saat ditemui di kantornya, Senin (12/10/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Petrus, kekurangan Nakes ini pun sudah disampaikan kepada Bupati Sikka, mengingat pentingnya tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat, apalagi sedang masuk musim penghujan, di mana selalu terdapat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dia menambahkan, pelayanan kesehatan tidak bisa menunggu siapa yang melayani, sehingga diharapkan agar segera ada proses pengisian tenaga kesehatan di dua Puskesmas tersebut, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Kami sudah diundang oleh BKDPSDM Sikka untuk membahas pengisian tenaga kesehatan di Puskesmas. Kami juga sudah membahasnya bersama. Ini sebuah hal baru, karena sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini selama proses mutasi,” ucapnya.

Menurut Petrus, mutasi pegawai di lingkup Dinkes Sikka harus mengacu kepada Peraturan Bupati Sikka Nomor 17 tentang Rasio Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan, serta beberapa referensi lainnya guna mencegah terjadinya kemandekan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Terkait beberapa Puskesmas yang mengalami kelebihan tenaga kerja, dia mengatakan para tenaga kerja tersebut nantinya akan dimutasi ke Puskesmas lain serta dipindahkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu), Poliklinik Desa (Polindes) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).

“Kami tentu berharap agar segera ada pengisian tenaga kesehatan di Puskesmas yang mengalami kekurangan. Saat ini, kami sedang fokus menangani DBD, sehingga kekurangan tenaga kesehatan sangat berpengaruh,” ucapnya.

Sementara itu Kepala BKDPSDM Kabupaten Sikka, Lukas Lawe, membenarkan sudah membicarakan kekurangan tenaga kesehatan bersama Dinkes, dan telah melakukan perekrutan tenaga penggantinya.

Lukas menyebutkan, dalam waktu dekat diharapkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sikka soal penempatan tenaga kesehatan ini bisa segera diterbitkan, agar tenaga kerja tersebut bisa segera bertugas di Puskesmas Mapitara dan Puskesmas Habibola.

“Kami sudah bicarakan dengan Dinkes Sikka terkait tenaga kesehatan apa saja yang kurang di dua Puskesmas. Kita harapkan tidak lama lagi didapat penggantinya, agar secepatnya dibuatkan SK Bupati Sikka soal penempatan pegawai ini,” terangnya.

Lihat juga...