DKI Jakarta Kembali Fungsikan Lapangan Terbuka untuk Olahraga

Ilustrasi Lapangan Golf, salah satu prasarana terbuka untuk berolahraga – Foto Ant

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kembali membuka seluruh fasilitas olahraga di ruang terbuka, untuk dapat digunakan masyarakat selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi. Namun operasionalnya tetap dengan memenuhi sejumlah persyaratan.

Kebijakan itu tercantum pada petunjuk pelaksanaan teknis pemberlakuan Pergub No.101/2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Pergub tersebut mengatakan, pembukaan fasilitas olahraga pada ruang terbuka seperti lapangan tenis, bulutangkis, golf dan lainnya memiliki lima persyaratan pemakaian. Di antaranya pembatasan kapasitas tampung maksimal 50 persen pengunjung.

Pengguna lapangan wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum, selama dan sehabis bermain pada fasilitas yang disediakan pengelola. Pengelola juga diwajibkan mengatur alur pergerakan orang pada saat berganti periode permainan dan menjaga jarak minimal dua meter. Menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat, pada area publik yang dipakai secara bersama-sama.

Peraturan tersebut juga mewajibkan pengguna lapangan menggunakan peralatan olahraga milik pribadi, untuk mengantisipasi penularan COVID-19. Terkait jam operasional penggunaan fasilitas olahraga di lapangan terbuka diatur mulai pukul 05.00-21.00 WIB.

Semetara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut, pencatatan identitas pengunjung melalui buku tamu di seluruh sektor usaha di Jakarta, akan menjadi kebijakan baru dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) Transisi. “Mulai besok (Senin, 12/10/2020), seluruh kegiatan yang di situ ada pengunjung, maka diharuskan mencatat nama identitas pengunjungnya. Itu (salah satu kebijakan) yang berbeda (dari PSBB Masa Transisi sebelumnya),” ujar Anies, Minggu (11/10/2020).

Kewajiban pengelola sektor usaha esensial dan non esensial di Jakarta untuk menyiapkan buku tamu, tercantum pada petunjuk pelaksanaan teknis pemberlakuan Pergub No.101/2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Anies mengatakan, ketentuan itu menjadi salah satu rekomendasi yang disampaikan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), dalam upaya pengendalian wabah COVID-19 di Jakarta. Gunanya adalah untuk pelacakan (contact tracing) melalui metode epidemiologi bila terjadi kasus positif COVID-19 pada di suatu tempat.

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pola penyebaran penyakit, atau kejadian yang berhubungan dengan kesehatan, beserta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, ilmu ini sangat bermanfaat dalam memetakan pola penyebaran COVID-19. Aplikasi buku tamu mewajibkan seluruh pengelola usaha di Jakarta melakukan pencatatan data seluruh pengunjung dan pegawai, dengan buku tamu atau sistem teknologi informasi. Aturan tersebut mewajibkan pengelola bersedia untuk membantu petugas melakukan contact tracing jika diminta.

“Jadi kalau sebuah restoran itu buka, maka restoran itu harus menyiapkan dokumentasi, bisa manual, bisa digital, yang mencatat jam kedatangan, jam kepulangan, nama lengkap, nomor telepon dan enam digit pertama dari nomor KTP. Tujuannya adalah untuk kita melakukan yang disebut dengan contact tracing. Bila ada kasus positif, maka kita bisa men-trace (melacak) ke mana saja dia melakukan kegiatan selama dua minggu terakhir,” tutur Anies.

Informasi terkait data pengunjung secara tertulis kemudian dilaporkan kepada Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (DTKTE), sebagai upaya penelusuran penyelidikan epidemiologi. Dengan metode tersebut, Anies berharap, seluruh lokasi yang pernah dikunjungi orang terpapar COVID-19 bisa terlacak.

Anies mengharapkan ketentuan PSBB Transisi pada 12-25 Oktober 2020 dapat dijalankan dengan penuh kepatuhan oleh masyarakat agar rantai penularan COVID-19 yang melambat dalam dua pekan terakhir bisa terputus. (Ant)

Lihat juga...