DLH Pessel: Adiwiyata tak Hanya Sekedar Penghargaan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PESISIR SELATAN — Program Kementrian Lingkungan Hidup yakni Adiwiyata terus mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Berbagai sekolah turut berpacu untuk menciptakan sekolah yang bersih dan para siswa yang cinta lingkungan. Seperti halnya yang diterapkan oleh Sekolah Adiwiyata di MTsN 7 Pesisir Selatan di Lumpo, Kecamatan IV Jurai.

Kepala MTsN 1 Pesisir Selatan, Fextoria menyebutkan terpilihnya madrasah yang dipimpinannya sebagai salah satu penerima Adiwiyata Mandiri merupakan prestasi yang sudah lama dinanti.

“Tahap demi tahap kami lewati dan kami terus berbenah mulai saat dipercaya sebagai sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten hingga nasional,” sebutnya, Rabu (14/10/2020).

Ia menyebutkan selama ini pihak sekolah sangat komitmen untuk bidang lingkungan ini. Buktinya pihak sekolah terus berupaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang asri dan suasana yang indah di madrasah.

Diakuinya awal dari kegiatan itu ingin meraih penghargaan. Namun seiring waktu ternyata lingkungan yang bersih dan nyaman itu dapat memberikan dampak yang indah bagi sekolah, sehingga suasana mengajar jadi lebih aman.

“Jadi sejak 2016 di masa kepala sekolah sebelumnya dan hingga saat ini sekolah itu dikelola dan terus dikembangkan lebih kurang 113 jenis tanaman obat, 40 batang kelengkeng dan tanaman buah lainnya,” jelas dia.

Selain itu juga ada bank sampah yang digunakan menampung sampah agar tidak bertebaran dimana-mana, selanjutnya dijadikan kompos hingga kerajinan dari daur ulang, kegiatan tersebut dimaksud agar pelajar terbiasa hidup bersih.

Sementara itu Plt Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir, Beny Rizwan mengatakan, meski situasi pandemi dimana aktivitas mengajar di rumah, dari Dinas Lingkungan Hidup tetap melakukan pembinaan agar sekolah yang bersih itu tetap terjaga.

“Jadi tidak sekedar mau dinilai jadi sekolah Adiwiyata saja, tapi seterusnya harus diterapkan,” katanya.

Dikatakannya melalui pembinaan tersebut diharapkan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan masuk dalam kategori Sekolah Adiwiyata, baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional dan mandiri.

“Ya, Dinas Lingkungan Hidup juga terus fokus melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah yang ada menuju kategori Sekolah Adiwiyata,” ungkapnya.

Disebutkan untuk mencapai prestasi tersebut butuh kerja keras serta dukungan dari seluruh perangkat daerah, stakeholder dan elemen masyarakat. Untuk itu diperlukan langkah-langkah strategis serta sosialisasi dan pendekatan pada semua pihak.

“Dalam hal ini, pihaknya membentuk tim pembinaan dan penilaian sekolah Adiwiyata. Tim terjun ke lapangan untuk melakukan pembinaan Sekolah Adiwiyata,” sebut dia.

Kemudian nantinya untuk sekolah yang meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, maka sekolah itu mesti melakukan upaya pembinaan dasar kepada sekolah lain seperti pengelolaan bank sampah, green house, komposter dan pemilahan sampah.

Sekolah Adiwiyata tingkat nasional memiliki tanggung jawab melakukan inovasi di semua lini. Selanjutnya, Sekolah Adiwiyata tingkat mandiri memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan terhadap lima sekolah yang dihadiri Dinas Lingkungan Hidup.

Kegiatan lainnya yang tetap menjadi prioritas Dinas Lingkungan Hidup adalah pelayanan terhadap bidang lingkungan yang diajukan oleh pihak pemerintah sendiri dan swasta.

Selanjutnya untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat terhadap kerusakan lingkungan, mengamati perubahan iklim, melakukan pengujian air sungai, udara dan limbah yang menjadi tugas rutin setiap tahunnya.

Lihat juga...