Dokter Jelaskan Soal Kurang Efektifnya Masker Scuba

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Penggunaan masker scuba jadi sorotan dalam penanganan Covid-19 yang menghantam sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan ada yang melarang dengan tegas penggunaan masker tersebut sebagai upaya pencegahan penularan virus.

Pusat Kajian Lingkungan Hidup (PKLH) Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, dr. Elsa Yuniarti, S. Ked, M. Biomed, AIFO-K menjelaskan masker scuba dapat dikatakan kurang efektif untuk melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19.

dr. Elsa Yuniarti, S. Ked, M. Biomed, AIFO-K. -Foto: M. Noli Hendra/HO-Dok. dr Elsa

Menurutnya hal itu dikarenakan ada jahitan di tengah dan promosinya elastis sering ditarik sehingga membuat jahitannya akan renggang. Akibat hal itu virus dalam ukuran yang begitu sangat kecil maka akan berpotensi untuk menembus masker dapat menyentuh bagian mulut maupun hidup.

“Jadi walaupun kita pakai masker scuba itu potensi terinfeksi masih ada namun rendah. Untuk itu penting mempertimbangkan pemakaian masker, dan pakailah masker secara benar,” katanya melalui pesan singkat yang diterima Cendana News, Jumat (2/10/2020).

dr. Elsa menyebutkan melihat melihat dari persepsi masyarakat yang sudah pakai masker bebas Covid-19 tetap masih ada potensi namun rendah yakni sekitar 1,5 persen.

Begitu juga untuk masker kain harus diganti setiap 4 kali pemakaian. Artinya setiap keluar luar seseorang itu mesti membawa masker cadangan dan juga tempat untuk penyimpanan masker kotornya.

“Hal yang perlu diperhatikan itu adalah agar dapat dicuci dan jangan lupa di setrika panas. Tapi hal simple yang saya utarakan kadang tidak terlupa dalam keseharian new normal ini,” sebutnya.

Terkait masker scuba ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani juga menyebut bahwa dari sekian banyak masker yang beredar di tengah publik, masker bedah adalah masker terbaik untuk melindungi diri dari Covid-19.

Untuk itu Dinkes menyarankan agar masyarakat menggunakan masker bedah saat beraktivitas di luar. Sehingga penting untuk memperhatikan penggunaan masker tersebut.

Menurutnya masker scuba sering turun-turun, inilah yang menyebabkan perlindungannya kurang. Tapi bila untuk menahan droplet masih bisa tertahan, itu pun dipakainya dengan benar.

“Kendati demikian efektifitasnya tidak begitu kuat,” ujarnya.

Feri mengatakan masker kain yang dibuat haruslah seperti masker bedah, agar bisa menutup dagu dan sampai ke hidung. Untuk itu ia mengakui butuh waktu untuk mengedukasi masker terkait penggunaan masker.

“Sebenarnya dengan telah maunya masyarakat menggunakan masker sudah baik. Tapi alangkah lebih baiknya bila menggunakan masker bedah,” ungkap Feri.

Lihat juga...