DPRD Bekasi Pertanyakan Realisasi Perbaikan Jalan Rusak di Medansatria

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, pertanyakan realisasi perapian jalan Pejuang – Pondok Ungu sampai Kaliabang. Pasalnya selain kondisinya rusak parah, warga juga sudah capai menunggu karena telah dijanjikan sejak awal 2020 lalu.

Arif Rahman Hakim Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, mempertanyakan proses perapian jalan Pejuang-Kaliabang yang telah selesai proses lelang, pada Juli lalu, Jumat (30/10/2020). Foto: Muhammad Amin

“Sejak awal 2020, sudah terpasang spanduk di sekitar lokasi jalan Pejuang yang rusak, bahwa jalan tersebut dalam proses lelang. Tapi sampai sekarang realisasinya masih nol,” tegas Arif di Konfirmasi Cendana News, Jumat (30/10/2020).

Bahkan imbuhnya dari informasi yang diketahuinya bahwa lelang untuk perapian jalan tersebut sudah selesai pada Juli 2020. Oleh karenanya dirinya mempertanyakan kapan mau dimulai pelaksanaan perapian karena saat ini sudah menjelang akhir tahun.

Dia berharap agar segera dilakukan kegiatan perapian terutama di jalan Pejuang sampai Kaliabang kondisinya sudah rusak parah dan telah banyak memakan korban.

Menurutnya berbagai cara dilakukan warga dalam memprotes kondisi kerusakan di jalan Pejuang sampai Kaliabang seperti menanam pohon pisang hingga aksi tebar lele. Oleh karena diminta tidak ada penundaan lagi agar bisa segera dilakukan perapian dan selesai sebelum masuk 2021.

“Yang saya ketahui, perapian jalan tersebut sudah dianggarkan melalui dana bantuan DKI (Bandek) di 2020. Jadi bukan dari APBD Kota Bekasi, jalan tersebut cukup ramai lalulintasnya setiap hari,” tukas Arif.

Lebih lanjut diakuinya tidak memahami kenapa ada keterlambatan perapian jalan meskipun lelang sudah dilaksanakan. Dia meminta Pemkot Bekasi bisa segera merealisasikan tanpa ada alasan lagi karena proses lelang sudah selesai karena warga sudah lelah menunggu.

“Sebenarnya hampir 60 persen jalan di Kota Bekasi saat ini, rusak parah. Tapi salah satu yang paling parah adalah jalan Pejuang Medanstaria. Telah masuk rencana 2020 melalui dana Bandek atau bantuan DKI,” tandasnya.

Pantauan Cendana News di lapangan, akibat hujan dan banjir beberapa waktu belakangan banyak jalan komplek ataupun jalan utama milik Pemkot Bekasi saat ini mengalami kerusakan parah.

Sebelumnya Wali kota bekasi Rahmat Effendi, pernah menyatakan bahwa tahun ini tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan rusak. APBD 2020 di Kota Bekasi telah dialihkan untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pendidikan.

APBD Kota Bekasi tidak lagi ada proyek infrastruktur strategis kecuali pemeliharaan jalan dan pemeliharaan. Proyek-proyek itu pun akan ditunda pengerjaannya hingga tahun depan. Dia menyampaikan kemungkinan akan ada di tahun 2021.

Lihat juga...