Dua Hari, Enam Orang Positif Covid-19 di Kebumen Meninggal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Koordinator Humas Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto di kantornya. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

KEBUMEN — Dalam dua hari terakhir, ada 6 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia di Kabupaten Kebumen. Sebagian besar berusia di atas 60 tahun.

Koordinator Humas Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, kasus meninggal dunia terjadi pada hari ini sebanyak 3 orang dan kemarin 3 orang.

Penderita positif Covid-19 yang meninggal hari ini yaitu HK (31) laki-laki, SM (64) perempuan dan JG (29) laki-laki. Sedangkan yang meninggal kemarin yaitu SUN (63) perempuan, SUR (70) perempuan dan KAS (84) perempuan.

“Kasus Covid19 yang meninggal dunia dalam dua hari terakhir, yang berusia di atas 60 tahun ada 4 orang dan dua orang lainnya berusia 29 serta 31 tahun,” jelasnya, Sabtu (31/10/2020).

Dari data tim gugus tugas, kasus meninggal akibat Covid-19 terbanyak di Kecamatan Kebumen yaitu ada 22 orang yang meninggal dunia. Selain itu di Kecamatan Alian dan Pejagoan, masing-masing ada 3 orang meninggal dunia.

Berkaca dari kasus tersebut, Cokro Aminoto meminta agar masyarakat Kebumen lebih memperhatikan para lansia, karena jika terkena,kondisinya jauh lebih berbahaya dibandingkan yang masih berusia muda. Sebab, lansia biasanya menderita penyakit bawaan yang bisa memberatkan kondisi kesehatannya.

Sementara itu, terkait penambahan kasus positif Covid-19 di Kebumen, hari ini tidak ada penambahan kasus positif. Namun sehari sebelumnya ada penambahan sebanyak 21 orang. Sehingga sampai dengan hari ini tercatat total jumah kasus mencapai 1.338 orang. Dengan perincian yang meninggal dunia ada 39 orang, yang menjalani perawatan 77 orang, isolasi 174 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh ada 1.048 orang.

Terpisah, Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz mengatakan, bertambahnya korban meninggal dunia akibat Covid-19 tentu menambah keprihatinan, terlebih saat ini Kabupaten Kebumen juga sedang dilanda banjir. Karena itu, ia berharap tim gugus tugas serta dinas terkait untuk lebih masif mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Yazid berharap, masyarakat Kebumen untuk tidak jenuh mematuhi protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak. Protokol kesehatan, lanjutnya, harus menjadi gaya hidup baru masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Berbagai upaya pencegahan yang kita lakukan harus diimbangi dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Saat ini Kebumen masih dalam satus zona merah, sehingga upaya pencegahan harus lebih dimaksimalkan,” pungkasnya.

Lihat juga...