Dua Nakes di Cilacap Meninggal Akibat Covid-19

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Giriana Dewi, di Cilacap, Jumat (30/10/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

CILACAP – Dalam sepekan terakhir, dua tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Cilacap meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19. Dua nakes tersebut bertugas di Puskesmas Kesugihan dan Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Cilacap.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Giriana Dewi, mengatakan, nakes yang pertama meninggal dunia adalah yang bertugas di bagian radiologi RSUD Cilacap, dan yang ke dua nakes yang bertugas di Puskesmas Kesugihan.

“Meninggal karena ada penyakit penyerta, yaitu diabetes, sehingga membuat kondisi kesehatan memburuk,” kata Pramesti, Jumat (30/10/2020).

Selain dua nakes yang meninggal tersebut, sampai saat ini beberapa nakes juga masih menjalani isolasi, yaitu tiga orang dokter, satu apoteker, lima orang perawat, empat orang bidan, satu petugas gizi, satu petugas radiologi, serta dua sarjana kesehatan masyarakat dan satu petugas administrasi. Jadi, total ada 18 orang nakes yang menjalani isolasi.

Kondisi tersebut membuat keprihatinan tersendiri, mengingat tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam upaya memerangi Covid-19. Mereka yang berhadapan langsung dengan para pasien positif.

Lebih lanjut Pramesti mengatakan, sebaran Covid-19 di Kabupaten Cilacap terus meluas dan data terakhir jumlah kasus positif Covid-19 sudah mencapai 1.037 orang. Dari jumlah tersebut, 129 masih menjalani perawatan, 24 orang meninggal dunia, termasuk dua nakes dan 884 orang dinyatakan sudah sembuh.

Kasus positif Covid-19 terbanyak di Kecamatan Majenang, yaitu 537 orang. Saat ini, yang sudah dinyatakan sembuh ada 532 orang dan yang masih menjalani perawatan 3 orang, serta meninggal dunia 2 orang.

Selanjutnya di Kecamatan Cilacap Tengah, total jumlah kasus positif Covid-19 ada 110 orang, dan yang sudah sembuh ada 80 orang. Namun jumlah yang meninggal dunia cukup banyak, yaitu ada 5 orang dan 25 orang lainnya masih dalam perawatan.

Terpisah, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, mengatakan, salah satu upaya untuk pencegahan penyebaran Covid-19 adalah dengan mendisiplinkan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Menurutnya, sekarang Cilacap sudah memiliki peraturan daerah (perda) nomor 5 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit. Sehingga, perda tersebut harus ditegakkan dan diberlakukan sanksi bagi siapa pun yang melanggarnya.

“Perda harus dijalankan, siapa pun yang melanggar harus diberi sanksi, supaya memberikan efek jera dan masyarakat makin tertib dalam penggunaan masker,” tegasnya.

Dalam beberapa razia masker, pelanggar perda tersebut sudah diproses, mereka harus menjalani persidangan dan dijatuhi hukuman denda.

Lihat juga...