Ganti Rugi Lahan Waduk di Sikka Tahap Kelima Rp 9,2 Miliar

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pemerintah pusat melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II), Nusa Tenggara Timur (NTT),  telah menyelesaikan pembayaran ganti rugi tahap kelima kepada warga yang terkena dampak pembangunan Waduk Napun Gete di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.

Pembayaran ganti rugi tahap kelima dengan jumlah uang sebesar Rp 9,2 miliar diberikan kepada 33 pemilik lahan dengan jumlah bervariasi di mana jumlah terbesar yang diterima sebesar Rp 1 miliar per orangnya.

“Hari ini kami lakukan pembayaran ganti rugi tahap kelima dengan jumlah uang sebesar Rp 9,2 miliar lebih,” kata Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan kepada Cendana News di Kantor BPN Sikka, Kamis (15/10/2020).

Agus mengatakan, masih ada satu tahap lagi tambahan pembayaran ganti rugi untuk lahan seluas 22,8 hektare dan mudah-mudahan bisa diselesaikan bulan Desember sehingga awal tahun 2021 bisa selesai semua pembayaran ganti rugi lahan.

Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan saat ditemui di Kantor BPN Sikka,Kamis (15/10/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dia berharap  semua prosesnya bisa selesai sehingga Waduk Napun Gete bisa difungsikan dan tidak ada kendala terkait pembebasan lahan karena semua pembayaran ganti rugi selesai dilakukan.

“Proses pekerjaan memang kita percepat dan bulan Desember 2020 sudah bisa dilakukan proses penggenangan dan kita akan membuat yang lebih baik sesuai dengan permintaan Menteri PUPR,” ungkapnya.

Agus mengatakan untuk proses penggenangan air di waduk, pekerjaannya dilakukan bertahap dan sebelum digenangi dipastikan terlebih dahulu lokasinya tidak ada perumahan dan dilakukan pembersihan lahannya.

Dirinya menjelaskan, masyarakat yang mengosongkan lahannya dan sebelum digenangi harus dipastikan terlebih dahulu lokasinya sudah steril sehingga prosesnya berjalan lancar.

“Kita kan sudah ada tahapan pekerjaan sesuai jadwal sehingga lahan yang ada dan telah diberi ganti rugi maka harus segera dikosongkan. Mudah-mudahan bisa sesuai jadwal di bulan Desember ini,” ucapnya.

Pemilik lahan yang mendapatkan ganti rugi tahap kelima, Petrus Pade, mengatakan dirinya merasa senang mendapatkan uang sebesar Rp1 miliar lebih dari proses ganti rugi lahan miliknya yang akan dipergunakan sebagai lokasi pembangunan waduk.

Petrus mengaku dana tersebut akan dipergunakan untuk membangun rumah, membiayai sekolah ketiga anaknya serta sisanya dipergunakan untuk membuka usaha seperti kios di desanya.

“Saya senang bisa mendapatkan ganti rugi dan uangnya akan saya pakai untuk modal usaha, membangun rumah serta membiayai sekolah anak saya,” ungkapnya.

Data yang diperoleh Cendana News, lahan yang dibebaskan seluas 23, 1 hektare milik 33 warga dengan jumlah ganti rugi sebesar Rp 9,2 miliar .

Sementara untuk tahap terakhir luas lahan yang akan dibebaskan sejumlah 22, 8 hektare milik 20 warga yang merupakan bekas longsoran akibat dampak pekerjaan pembangunan waduk.

Lihat juga...