Gendar Pecel, Olahan Enak Warga Semarang dari Nasi Sisa

Editor: Mahadeva

SEMARANG – Ada cara unik untuk mengolah nasi sisa yang biasa dilakukan oleh warga Semarang. Mereka biasa memanfaatkan nasi sisa untuk dibuat gendar.

Gendar adalah, nasi yang diolah dengan cara dicampur dengan bleng atau garam mineral konsentrasi tinggi. Pencampuran dilakukan untuk mengembangkan dan mengenyalkan adonan. Setelah dicampir, olahan nasi tersebut kemudian dikukus agar lebih padat. Kemudian ditumbuk, hingga tercampur menjadi satu.

Gendar biasa disajikan sebagai pengganti nasi. Ditemani beragam aneka potongan sayuran rebus dan saus kacang atau sambal kacang tanah, sajian gendar pecel enak disantap. Seperti yang dilakukan Mariyati, warga Tembalang, Kota Semarang.

Ibu dua anak sering membuat gendar, jika nasi yang dimasaknya tidak habis dikonsumsi keluarga. “Biasanya kalau ada nasi sisa, saya buat gendar. Nasi sisa ini bukan nasi basi, namun nasi masak kemarin yang belum habis. Kalau dimakan lagi biasanya tidak ada yang mau, karena sudah berubah warna agak kekuningan, sementara kalau dibuang juga sayang, karena tidak basi dan masih enak dimakan. Solusinya dibuat gendar,” paparnya, saat ditemui di rumahnya, kawasan Tembalang, Semarang, Sabtu (31/10/2020).

Karena sering dimakan bersama aneka sayur mayur dan sambal kacang, menu yang disajikan tersebut kerap disebut sebagai gendar pecel. “Menu ini hampir mirip dengan gablok, meski sama-sama menggunakan nasi dan proses pembuatannya sama, kalau gablok tidak diberi bleng. Jadi teksturnya lebih lembek dan tidak tahan lama, warnanya pun putih nasi,” jelasnya.

Gendar pecel dengan potongan sayuran rebus dan sambal kacang tanah, enak disantap bersama keluarga. Foto Arixc Ardana

Sementara untuk gendar, karena sudah diberi bleng, warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan, lebih kenyal dan tahan lama. “Kalau gablok paling lama sehari dua hari. Kalau gendar, bisa bertahan hingga tiga sampai empat hari. Apalagi kalau dimasukkan dalam lemari pendingin, bisa bertahan hingga seminggu,” terangnya.

Sementara untuk sayur rebus, Mariyati menyebut, teman makan gendar tersebut bisa beragam sayur sesuai selera. Mulai dari kacang panjang, tauge, kol, bayam, daun kenikir, bunga turi, sampai bunga pepaya bias menjadi peneman gendar bisa. “Buat menambah selera, bisa ditambahkan aneka gorengan, tempe tahu, kerupuk. Ditambah sambal kacang tanah, gendar pecel paling enak dimakan bareng keluarga. Jadi lebih guyub,” paparnya.

Salah satu anak Mariyati, Johan, mengaku gendar atau gablok pecel, menjadi salah satu menu kegemarannya. Selain enak, juga menyehatkan, karena menggunakan bahan-bahan alami berupa sayur segar. “Biasanya ibu membuatnya kalau Sabtu-Minggu, anak-anak kumpul semua di rumah, jadi bisa dimakan ramai-ramai sambil cerita bersama keluarga. Sejauh ini, semua anaknya juga suka gendar pecel, termasuk para menantu. Jadi bisanya kalau masak gendar, semua dipanggil biar kumpul,” terangnya.

Biasanya untuk menambah kenikmatan gendar pecel, dirinya suka menambahkan cabai, pada sambal kacang yang dipakai. “Karena tidak semua suka pedas, saya sering menambahkan cabai sendiri, biar tambah pedas. Gendar pecel paling enak buat sarapan, sambil ngobrol-ngobrol bersama,” tandasnya.

 

Lihat juga...