Gugus Tugas Jabar Liburkan Kegiatan Belajar Mengajar Dua Ponpes

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Sejauh ini, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, sudah mengambil kebijakan dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka sementara untuk dua pondok pesantren (ponpes) di wilayah setempat.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan, sudah mengambil kebijakan terhadap pondok pesantren di Kuningan dan Kota Tasikmalaya karena terkonfirmasi ada kasus positif.

“Jadi, kebijakannya adalah kalau dites dia (santri) itu negatif (COVID-19), maka dia dipulangkan ke rumah masing-masing,” kata Kang Emil, dalam siaran resminya, Kamis (1/10/2020).

Tindakan lainnya jika pesantrennya tidak memadai untuk karantina, maka Gugus Tugas Jabar menyiapkan ruang-ruang karantina mandiri. Hal tersebut sudah dilakukan di Kota Tasikmalaya, santrinya ada terkonfirmasi positif dikarantina di rusun milik Universitas Siliwangi.

“Hal itu sudah mulai kita lakukan dan mudah-mudahan kita bisa mencegah lebih baik,” katanya.

Saat ini tegas dia, KBM tatap muka di dua ponpes tersebut diliburkan sementara karena asrama dipakai untuk isolasi mandiri dan santri yang negatif COVID-19 dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Jadi, kita ambil tindakan kemudian kita libur dulu selama empat belas hari untuk melakukan persiapan penanganan,” jelasnya.

Kang Emil juga mengaku sudah mengusulkan agar dana Rp2,6 triliun dari Kementerian Agama yang sedianya digunakan membangun infrastruktur pendukung pencegahan COVID-19 di pesantren, agar dialihkan untuk uji usap (swab/PCR) serta pelacakan kontak erat.

“Saya sampaikan juga ke pemerintah pusat bahwa ada dana Rp2,6 triliun itu kalau boleh kebijakan penggunaannya bisa dikaji ulang tidak hanya ke infrastruktur, tapi ke penanganan COVID-19 yang sifatnya urgen, yaitu pengetesan swab ataupun tracing,” ungkapnya sambil menegaskan bahwa itu kewenangannya ada di pemerintah pusat melalui kementerian agama.

Gubernur Jabar diketahui telah mengeluarkan Kepgub Jabar Nomor: 443/Kep.321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Lingkungan Pondok Pesantren pada Juni lalu.

Kepgub tersebut sudah mengatur bahwa Ponpes dapat menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka asal melaksanakan dengan baik aturan pencegahan dan penanggulangan, termasuk protokol kesehatan COVID-19.

Lihat juga...