Hari Jadi ke-103, Maju dan Tangguh Jadi Slogan Karanganyar Hadapi Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SOLO — Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, resmi meluncurkan logo Hari Jadi Kabupaten ke 103. Situasi Pandemi Covid 19, membuat Karanganyar menghilangkan semua kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak.

Launching logo hari jadi ke 103 dilakukan secara simbolik oleh Bupati Karanganyar Juliatmono ini didampingi Wakil Bupati serta sejumlah pejabat Muspida koordinator di halaman Setda Karanganyar. Logo hari jadi ke 103 merupakan kolaborasi gambar tangan mengepal, burung derkuku, tangkai padi, serta orang merangkul yang membentuk huruf O.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, massa Pandemi Covid ini HUT Karanganyar tidak menggelar konser musik atau kegiatan yang melibatkan orang banyak. “Kita hanya menggelar wayang kulit secara virtual yang disiarkan langsung dari enam lokasi. Puncak HUT Karanganyar akan berlangsung pada tanggal 18 November mendatang. Dengan meluncurkan konsep Karanganyar sebagai Center Life of Indonesia,” kata Juliatmono, Jumat (2/10/2020).

Menurut Bupati, Pandemi memberikan pelajaran yang berharga bagi semua lapisan masyarakat, terutama meningkatkan rasa gotong royong. Masyarakat diimbau untuk merasa saling memiliki, seperti yang diajarkan oleh Pahlawan Nasional Raden Mas Said, atau akrab disapa Pangeran Samber Nyawa.

“Mari kita cintai Karanganyar, kita berikan yang terbaik sesuai dengan profesi kita masing-masing. Semoga covid ini segera usai dan hilang dari Indonesia, negeri tercinta. Aamiin,” tandasnya.

Sekda Karanganyar yang juga Ketua Panitia Hari Jadi, Sutarno menambahkan, angka 103 adalah usia Kabupaten Karanganyar di tahun 2020 ini. Angka 1 dengan tangan mengepal menggambarkan Karanganyar yang TANGGUH, di massa Pandemi Covid 19.

“Burung Derkuku merupakan inti bagian dari sejarah Kabupaten Karanganyar yang merepresentasikan perjuangan Raden Mas Said serta sebagai pokok yang melambangkan wahyu, keikhlasan serta kemakmuran,” papar Sutarno.

Sedangkan, Padi dengan jumlah 20 bulir menandakan tahun 2020, yang juga melambangkan kemakmuran Kabupaten Karanganyar yang mana mayoritas mata pencaharian warganya adalah petani unggul sehingga padi menjadi gimmic Kabupaten Karanganyar sejak dulu.

“Untuk Simbol orang merangkul membentuk angka 0 melambangkan integritas Kabupaten Karanganyar yang menjadikan Karanganyar maju dan tangguh,” terangnya.

Lihat juga...