Hasil Panen Pertanian Lamsel Tumbuhkan Sektor Usaha Ini

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Musim panen sejumlah komoditas buah hasil perkebunan petani di Lampung Selatan memberi dampak positif sektor usaha lain. Dari usaha sektor pertanian ini, bermunculan para pengepul buah.

Perputaran ekonomi sektor perkebunan dari hasil panen buah diakui Sahbana, petani dan pelaku bisnis jual beli berbagai komoditas pertanian. Panen bertahap buah mangga, jeruk, alpukat, pisang, kelapa beri peluang sektor usaha lainnya.

Sahbana menyebut dari usaha sektor pertanian bermunculan para pengepul buah. Sebagian pelaku usaha memilih spesifikasi buah yang dijual untuk memberi peluang bagi pelaku usaha sejenis. Di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan ia menyebut ada puluhan pelaku usaha jual beli hasil pertanian.

Sebagian pelaku usaha diantaranya khusus menerima jenis sayuran, bumbu dapur. Pelaku usaha lain spesifik menekuni jual beli berbagai jenis pisang, sebagian jenis mangga,alpukat dan kelapa. Setiap pelaku usaha telah memiliki koneksi bisnis yang menampung setiap hasil pertanian milik petani. Memasuki musim buah alpukat mangga jadi peluang usaha bagi Sahbana.

“Saya dikenal sebagai pelaku usaha jual beli alpukat sehingga akrab dipanggil Sahbana alpukat,saat ini musim buah mangga komoditas yang saya beli dari petani untuk dijual lagi bertambah,petani untung dan perputaran ekonomi berjalan lancar,” terang Sahbana saat ditemui Cendana News, Senin (12/10/2020).

Sahbana mengaku petani justru diuntungkan keberadaan para pelaku jual beli hasil pertanian. Sebab sebagian komoditas pertanian yang memiliki nilai jual berpotensi menghasilkan uang secara berkelanjutan. Petani melakukan diversifikasi tanaman komoditas pertanian yang laku dijual dalam satu lahan. Cara tersebut membuka peluang panen komoditas buah sepanjang waktu.

“Petani yang memiliki tanaman pisang,kelapa bisa panen setiap pekan sementara buah durian, jengkil, petai harus menunggu minimal setahun kembali berbuah,” bebernya.

Harga komoditas pertanian yang fluktuatif sebut Sahbana berimbas ia kerap alami untung dan rugi. Keuntungan diperoleh ketika harga jual masih tinggi. Saat panen raya dengan jumlah pasokan komoditas buah melimpah harga jual berpotensi anjlok dan ia mengalami kerugian. Terlebih beberapa jenis komoditas buah harus dijual cepat cegah pembusukan.

Sebagian permintaan buah diminati dalam kondisi mentah. Ia harus aktif mencari pelanggan untuk kebutuhan pembuatan manisan,asinan,rujak. Sebagian memilih membeli buah dalam kondisi setengah matang agar bisa dijual kembali. Hasil usaha sektor pertanian memberinya keuntungan belasan juta dalam sebulan.

Hermansah, pelaku usaha penjualan hasil pertanian mengaku mendapat pasokan dari pengepul. Peluang usaha menjual berbagai jenis buah meliputi jeruk,mangga,pepaya dan jenis buah lain menjadi cara perputaran uang. Sebab buah yang dijual pada pedagang akan dimanfaatkan oleh pelaku usaha kuliner. Ia juga telah memiliki pelanggan tetap yang membeli di kiosnya.

“Pedagang es buah, jus dan minuman berbahan buah akan membeli buah dalam kondisi matang biasanya sudah di kios,” cetus Hermansah.

Saat melimpah hasil pertanian ia mengaku pasokan dominan dari luar Lampung diantaranya mangga Indramayu. Lokasi berjualan di tepi Jalan Lintas Sumatera KM 2 Bakauheni membuat pelanggannya cukup banyak. Sebagian pengepul hasil pertanian kerap menawarkan kepadanya untuk menjual kembali berbagai jenis buah. Risiko buah membusuk kerap terjadi saat musim panen raya berbagai jenis buah.

Santi, pembeli buah jeruk dan mangga jenis Indramayu menggunakan buah tersebut sebagai bahan minuman. Berjualan jus,es buah di depan objek wisata Menara Siger membuat ia bisa memanfaatkan hasil pertanian untuk usaha. Pasokan bahan baku hasil pertanian buah membuat usahanya lancar. Terlebih saat musim kemarau permintaan minuman segar meningkat.

“Pelanggan kerap minta buah segar sebagai alternatif untuk konsumsi saat musim kemarau dan pilihannya cukup banyak saat ini,” terang Santi.

Melimpahnya hasil pertanian jenis buah berdampak positif bagi pelaku usaha kuliner warung makan. Suminah, pemilik warung penyedia makanan olahan laut mengaku memanfaatkan mangga muda untuk diawetkan. Buah mangga tersebut dikeringkan dengan penjemuran menjadi kaloko pau,bahan pembuatan sambal khas Bugis.

Bumbu dapur dari hasil pertanian mangga menjadi cara pengawetan buah untuk bumbu. Digunakan sebagai bumbu pindang, sambal membuat harga mangga akan semakin meningkat. Kaloko pau yang telah dikeringkan akan disimpan sebagai stok bumbu. Rasa asam mangga yang dikeringkan untuk bumbu menjadikan perputaran ekonomi dari hasil pertanian lebih lancar.

Lihat juga...