Hasil Tangkapan Nelayan di Padang Turun Akibat Cuara Buruk

Editor: Koko Triarko

PADANG – Nelayan di Kota Padang, Sumatra Barat, mulai melalui masa-masa suram sejak cuaca buruk melanda perairan laut di daerah tersebut, beberapa hari belakangan ini.

Sahrul, nelayan di Pasie Nan Tigo Padang, mengatakan, akhir-akhir ini gelombang laut cukup tinggi dan malam hari bulan bersinar terang, yang makin membuat sulit mendapatkan ikan.

“Ada beberapa nelayan yang memilih tetap melaut, tapi ya hasil tangkapannya sedikit sekali, bahkan merugi karena tidak bisa bayar modal beli bensin kapal,” katanya, Senin (12/10/2020).

Saat ini, banyak nelayan memilih untuk memperbaiki kapal-kapal serta merapikan jaring yang kusut atau robek. Akibat dari minimnya hasil tangkapan, nelayan turut membuat pasar ikan di Pasie Nan Tigo sepi lapak dagangan.

“Yang jual ikan di pasar pun sepi. Dan, ikan-ikan yang dijual sekarang merupakan stok lama, jadi kurang segar pula,” ujarnya.

Salah seorang pedagang ikan di Pasie Nan Tigo, Ijup, mengatakan, kebanyakan jenis ikan yang dijual adalah ikan beledang, ikan tamban, udang, cumi-cumi, dan ikan-ikan kecil lainnya.

“Biasanya banyak tuna segar di sini, mulai berukuran kecil hingga besar. Karena hasil tangkapan nelayan dari kapal langsung dijual di sini. Jadi, masyarakat yang datang dapat ikan segar,” sebutnya.

Ia mengakui, kini ketersediaan ikan di pasar merupakan stok lama, tingkat kesegaran ikan sekitar 80 persen. Akibatnya, harga ikan pun tidak dijual dengan harga yang mahal.

“Kalau ikannya segar, ya jelas harganya lebih mahal. Tapi kurang segar, harganya agak turun sedikit. Meski permintaan tinggi, bukan berarti harga ikan tinggi, tapi yang diukur itu adalah kesegaran ikannya,” kata Ijub.

Kawasan Pasien Nan Tigo, terkenal dengan hasil tangkapan ikan yang berlimpah dan segar. Bahkan, hasil tangkapan nelayan turut disebar ke sejumlah pasar di berbagai daerah lain di Sumbar.

Sebab, setiap pagi ketika kapal-kapal nelayan mulai pulang dari perairan laut yang luas, para pengusaha penjual ikan mulai menanti dengan mobil pick up untuk dibawa ke sejumlah pasar di berbagai daerah.

Kini, dengan lagi anjloknya hasil tangkapan nelayan, hari ini tidak terlihat mobil pick up yang menanti ikan segar di tepi pantai Pasie Nan Tigo. Kondisi seperti ini diperkirakan akan berlangsung tiga hari ke depan.

“Biasanya, paling lama satu pekan ke depan kondisi seperti ini akan berlangsung. Karena di sini selain ada nelayan tonda, juga ada nelayan payang,” sebutnya.

Lihat juga...