Hoaks Musuh Bersama Seluruh Wartawan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Memasuki era pergeseran industri pers serta perkembangan teknologi yang tak terbendung, nasib perusahaan pers ataupun wartawan bagai telur di ujung tanduk. Dimana banyak bermunculan buser-buser kepentingan tertentu ataupun anak-anak muda yang mengusai teknologi dan membuat kacau dunia jurnalistik dengan berita hoaks.

“Diperlukan kebersamaan untuk melawan mereka, sebab penyebaran berita hoaks sangat berbahaya. Sekarang semua orang bisa bertindak sebagai jurnalis, masyarakat juga tidak semua paham mana berita yang ditulis oleh wartawan dan mana berita yang ditulis buser-buser,” kata Andy F Noya dalam acara bincang jurnalistik yang digelar Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Sabtu (17/10/2020).

Andy menyebut, jika dulu terjadi persaingan antarwartawan termasuk antarmedia, maka sekarang sudah mulai tumbuh rasa persatuan. Karena media memiliki lawan bersama, yaitu buser-buser penyebar hoaks.

“Jika kita mencintai dan merasa bangga dengan profesi ini, maka ayo selamatkan profesi kita bersama-sama, saat industri pers mulai kacau, jangan sampai profesi wartawan juga ikut kacau,” tuturnya.

Wartawan, menurut pembawa acara Kick Andy ini, merupakan sebuah profesi yang mulia. Selain terikat dengan kode etik, hasil tulisan wartawan juga mampu menyebarkan energi positif, mengajak orang untuk berbuat baik, saling membantu dan sejenisnya. Hal ini terjadi, jika tulisan-tulisan yang muncul adalah kisah-kisah inspiratif.

Andy mengaku baru menyadari betapa mulianya profesi wartawan saat ia memulai acara Kick Andy. Sudah ribuan kisah orang yang menginspirasi dimunculkan dalam acara tersebut dan hal ini mampu menggerakkan banyak orang untuk membantu.

“Sebagai wartawan, saya tidak punya cukup materi untuk membantu banyak orang, namun saya punya akses yang luas dan dengan akses ini bantuan terus berdatangan,” ucapnya.

Pada bincang jurnalistik tersebut, Andy juga memaparkan tentang beberapa kisah inspiratif yang pernah didatangkan dalam acara yang dipandunya tersebut.

“Fungsi pers tidak sekedar menyajikan berita saja, tetapi juga mampu mendorong orang untuk berbuat baik, karena itulah profesi kita menjadi mulia,” katanya.

Kepala Bank Indonesia Purwokerto, Samsun Hadi yang menjadi moderator acara tersebut mengatakan, tantangan media saat ini sangat berat, termasuk ke depannya.

Ia mencontohkan, untuk media cetak yang paling besar saja, sekarang jumlah halamannya sudah jauh berkurang, karena itu guna menghadapi tantangan media ke depan, pihaknya merasa perlu untuk menghadirkan Andy F Noya supaya bisa berbagi cerita dan menginspirasi wartawan-wartawan di Banyumas dan sekitarnya.

“Serbuan digital juga luar biasa, sehingga banyak tantangan yang harus dihadapi teman-teman wartawan saat ini, baik wartawan cetak, televisi maupun online,” pungkasnya.

Lihat juga...