‘Homestay’ Damandiri Siap Bersaing dengan ‘Homestay’ Baru di Selo

Editor: Makmun Hidayat

BOYOLALI — Pesatnya perkembangan wisata di kawasan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, sejak beberapa tahun terakhir menjadi pelecut semangat Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran untuk terus berupaya mengembangkan unit usaha Kampung Homestay Damandiri. 

Sebagai perintis berdirinya homestay di kawasan lereng Gunung Merapi dan Merbabu, Koperasi binaan Yayasan Damandiri itu mengaku siap bersaing dengan homestay-homestay baru yang banyak bermunculan saat ini. Terlebih Kampung Homestay Damandiri, telah menjadi salah satu unit usaha penyumbang pemasukan terbesar bagi koperasi.

“Hingga saat ini Kampung Homestay Damandiri telah memiliki sebanyak 70 kamar tersebar di 23 homestay milik warga. Sepanjang tahun 2019 lalu, unit usaha kampung Homestay Damandiri tercatat menerima 1300 pesanan, dengan jumlah 4000 tamu wisatawan. Yakni dengan total pemasukan mencapai Rp 194 juta, dan berkontribusi memberi pemasukan ke koperasi sebesar Rp19juta,” ungkap Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, belum lama ini.

Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana. -Foto: Jatmika H Kusmargana

Bayu mengakui, keberadaan Kampung Homestay Damandiri sejak tahun 2017 memang telah menginspirasi dan memotivasi masyarakat untuk ikut mengembangkan usaha baru di sektor pariwisata. Sekaligus juga mendorong pertumbuhan homestay-homestay baru di kawasan Selo Boyolali. Hal itu ditandai dengan banyaknya homestay-homestay milik warga maupun investor yang bermunculan sejak beberapa tahun terakhir.

“Untuk meningkatkan jumlah kunjungan di tahun 2020 ini, Koperasi telah memiliki sejumlah rencana. Seperti memberikan SOP bagi setiap pemilik homestay. Memperbaiki fasilitas homestay dan jalan penunjang kampung homestay. Menyusun event tahunan seperti menyambut tahun baru Islam dan tahun baru nasional. Hingga memperbarui paket wisata menginap bagi wisatawan,” katanya.

Dengan berbagai rencana tersebut, diharapkan, pada tahun 2020 ini tingkat kunjungan wisatawan untuk menginap di Kampung Homestay Damandiri akan semakin meningkat. Meskipun sepanjang tahun 2020 ini, banyak momen liburan yang semestinya ramai pengunjung mendadak sepi sebagai dampak adanya Pandemi Covid-19.

“Selama Covid-19, kita mengambil kebijakan untuk melakukan pembatasan pengunjung homestay. Jika biasanya satu homestay dengan tiga kamar bisa diisi seluruhnya, maka selama pandemi maksimal hanya boleh dipakai dua kamar saja. Itu pun dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Wisatawan yang menginap juga kita seleksi khusus dari daerah sekitar Boyolali dan sekitarnya saja. Sementara untuk tamu wisatawan dari jauh seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dll belum kita terima,” katanya.

Lihat juga...