Hormati Rasulullah atau Kalian Dihinakan Allah, Silakan Pilih

OLEH: HASANUDDIN

EMMANUEL Macron, Presiden Prancis yang kurang matang dalam berpolitik itu, diimbau oleh Erdogan, Presiden Turki agar memeriksakan kejiwaannya. Negara-negara berpenduduk mayoritas muslim pun bereaksi, boikot produk Prancis !! Bukan hanya kaum muslimin, pengikut Kristen dan Yahudi pun mengecam Macron, pihak oposisi di Prancis menyerangnya.

Penghinaan Nabi Muhammad SAW

Sungguh mereka yang menghina para nabi itu bodohnya seperti keledai. Tidak pernah mau belajar, sudah berapa banyak orang yang terhinakan, jatuh dalam kubangan kehancuran dikarenakan kebodohan mereka menghina para nabi dan rasul Allah.

Sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad saw telah seringkali memperoleh hinaan, cercaan, bahkan perlakuan kasar dan menyakitkan. Tapi lihat dan amatilah, tidak ada satu pun pelakunya yang berakhir dalam kehidupannya dengan husnul khotimah. Semua mengakhiri hidup dalam kesengsaraan, dan janji Allah pasti adanya, bahwa kelak di kemudian hari nerakalah tempat yang terbaik bagi para penghina nabi ini.

Bukan kebetulan bahwa guru yang dipenggal kepalanya itu semata karena kesadaran emosi keagamaan dari seorang imigran Chehnya itu. Namun, itulah jawaban langsung dari Allah atas siapa pun yang berani melakukan penghujatan kepada kekasih-Nya.

Allah swt berfirman:

“Siapa saja yang menjadi musuh Allah, para malaikat-Nya, dan rasul-Nya, termasuk Jibril dan Mikail, sungguh, Allah adalah musuh semua orang yang mengingkari kebenaran” (QS. Al-Baqarah (2) ayat 98).

Jangan ragukan Al Quran, apa yang Allah sampaikan adalah kebenaran yang sesungguhnya. Di tengah suasana memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad saw, mari jadikan momentum untuk mempertebal ketakwaan kita kepada Allah swt, dengan memperbanyak sholawat atas junjungan kita Nabiullah Muhammad saw, kekasih yang terkasih Allah swt.

Islam Pasti Terus Berkembang

Dengan Al Quran, pemeluk Islam akan terus berkembang. Demikian itulah yang telah menjadi ketetapan Allah swt.

Jika kita amati, apa yang terjadi di Eropa dekade terakhir, yang memunculkan Islamophobia, terutama di Prancis dengan pernyataan Macron baru-baru ini, sesungguhnya itu bentuk kepanikan para penentang Islam di Eropa melihat demikian lajunya perkembangan populasi umat Islam di Eropa. Sebaliknya, pemeluk mazhab Katolik, pemeluk mazhab Protestan makin berkurang, umumnya mereka menyatakan diri atheis, dan tidak sedikit di antaranya yang masuk memeluk ajaran Islam. Perkembangan umat Islam secara signifikan, tidak hanya di Prancis, namun hampir di seluruh Benua Eropa.

Memudarnya kekristenan di berbagai belahan dunia, sesungguhnya lebih banyak disebabkan oleh faktor internal. Misalnya karena akibat mencuatnya praktik pelecehan seksual para pendeta terhadap jemaat mereka. Baik dalam bentuk biseksual maupun homoseksual.

Tentu saja itu akan menghilangkan kepercayaan jemaatnya terhadap para pastor yang selama ini dipandang “suci”. Bahkan bukan hanya pelecehan seks, namun sejumlah kejahatan pedofil dilakukan para pastor. Termasuk di Indonesia, sejumlah kasus sempat terberitakan.

Di samping itu, banyak juga jemaat Katolik yang mendeklarasikan diri mereka meninggalkan gereja, atau berhenti jadi Katolik, disebabkan karena keengganan gaji mereka dipotong 8-10 persen untuk gereja. Sementara gereja tidak jelas dana itu digunakan untuk apa. Bahkan santer terberitakan terjadinya korupsi yang melanda Vatikan, pusat dari akumulasi kapital para jemaat Katolik di berbagai penjuru dunia.

Jika Macron, mau jujur mengakui realitas internal kekristenan ini, tentu dia akan berpikir tujuh kali, untuk menuduh Islam sedang dalam krisis. Sebaliknya, Macron akan berkata, gereja benar-benar telah gagal jadi “gembala”, wajar jika para domba melarikan diri, jadi atheis atau masuk Islam.

Situasi yang dipicu oleh Macron ini mesti diatasi dengan kepala dingin. Biarlah Allah yang memberikan keputusan yang terbaik bagi Macron dan para Islamophobia lainnya.

Sekali lagi mari kita memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad saw, kepada keluarga beliau, dan para sahabat-sahabat utama (tabiin) beliau.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi washohbihi ajmain.

Depok, 30 Oktober 2020

Lihat juga...