Industri Game Online di Indonesia Terkedala Dukungan Finansial

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Sekretaris Jenderal AVGI Angki Trijaka saat Launching ILUNI UI ESports Championship secara online, Sabtu (24/10/2020) - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA — Banyaknya gamers online Indonesia saat ini, dianggap belum cukup untuk membangun industri game online di Tanah Air. Bukan hanya karena SDM yang tidak siap, tapi dukungan finansial, juga belum bisa diberikan kepada pihak-pihak terkait.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI) Angki Trijaka menyatakan bukannya Indonesia tidak bisa membangun industri game online, seperti halnya negara lain.

“Bukan hanya SDM-nya yang belum siap. Tapi lebih kepada financial support dari lembaga terkait,” kata Angki saat Launching ILUNI UI ESports Championship secara online, Sabtu (24/10/2020).

Karena, seperti halnya bisnis kreatif yang lainnya, ESport ini merupakan hasil kreativitas sehingga pada saat pengajuan pendanaan tidak ada yang bisa dijaminkan kecuali ide. Berbeda dengan bisnis konvensional.

“Hal ini lah yang masih menjadi halangan di Indonesia. Kalau kita melihat ke negara lain, contohnya Malaysia, pemerintah mendukung sepenuhnya industri kreatif seperti ini, dengan menerapkan regulasi untuk pendanaan pada usaha yang berbasis pada ide,” urainya.

Kalau untuk SDM, Angki menyebutkan kendalanya adalah karena industri ini belum dipandang sebagai industri yang bisa menjamin kehidupan yang layak dari setiap komponen industrinya, misalnya para gamers-nya.

“Masyarakat, dalam hal ini orang tua, belum melihat sisi menguntungkan maupun masa depan dari para komponen yang terlibat dalam industri ini. Padahal industri ini memiliki sangat banyak komponen. Bukan hanya gamers-nya saja tapi juga ada Caster, ada content creator maupun developernya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana ILUNI UI Esports Championship, Rob Clinton Kardinal, yang menceritakan bagaimana dirinya sempat harus datang ke orang tua salah satu gamers untuk meyakinkan mereka bahwa dirinya akan menjamin si anak bisa berprestasi dan mendapatkan kehidupan yang baik dari game online yang dimainkannya.

“Saya mendampingi, hingga sekarang gamers itu sudah mampu membelikan rumah bagi orangtuanya di kampung. Jadi disini, yang mau saya tunjukkan adalah game online ini bisa memberikan banyak peluang,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Keterlibatan ILUNI UI sendiri, diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat, juga kepada komponen yang terlibat dalam industri game online ini. Bahwa game online ini bukan hanya sekedar main-main tapi juga mampu menjamin keberadaan setiap komponen industrinya jika dilakukan secara profesional.

“Dengan keterlibatan ILUNI UI dalam kegiatan kejuaraan game online seperti ini, harapannya kami bisa mendorong semua masyarakat dan lembaga sejenis secara khusus, untuk mulai mendorong pengembangan industri game online di Indonesia. Dengan tentunya, membangun semua komponen yang terlibat dalam industri seperti ini,” ujar Ketua Millenial and Business Centre ILUNI UI M Pradana Indraputra.

Ia menyatakan harapannya agar masyarakat mulai bisa melihat peluang yang muncul dari industri game online ini.

“Acara ini merupakan pembuka. Selanjutnya kami akan mendorong setiap sektor dari industri online, bukan hanya game online saja dan akan kita support,” pungkasnya.

Lihat juga...