Ini Lima Kelompok Prioritas Vaksinasi Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pemerintah telah menetapkan lima kelompok prioritas yang akan menjadi sasaran pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Penetapan tersebut berdasarkan tingkat kerentanan terkena virus yang tinggi, memiliki fungsi penting dalam melakukan pelayanan publik, dan berperan strategis di tengah masyarakat.

“Kelompok pertama adalah para tenaga medis dan paramedis contact tracing, pelayanan publik termasuk TNI/Polri dan aparat hukum, total sebanyak 3,4 juta orang. Mereka merupakan garda terdepan,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang juga sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (12/10/2020), di Jakarta.

Kelompok kedua adalah tokoh agama, perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW), dan sebagian pelaku ekonomi, total sebanyak 5,6 juta orang. Lalu ketiga, tenaga pendidik sebanyak 4,3 juta orang. Keeempat aparatur pemerintah sebanyak 2,3 juta orang. Dan kelima peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 86 juta orang.

“Pemerintah juga menyiapkan tambahan kuota untuk masyarakat yang usianya 19-59 tahun sebanyak 57 juta orang. Jadi total sekitar lebih kurang 160 juta orang. Presiden juga meminta agar roadmap pemberian vaksin bisa diselesaikan dalam minggu ini,” jelas Airlangga.

Sementara itu di forum yang sama, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Doni Monardo menyampaikan, bahwa tingkat kesembuhan (recovery rate) mencapai 76,48 persen dan tingkat kematian (case fatality rate) sebesar 3,55 persen, per 11 Oktober 2020. Kemudian terkait bed occupancy ratio (BOR) di RSDC Wisma Atlet sebesar 48,68 persen dan BOR Flat Isolasi Mandiri sebesar 47,59 persen.

“Terkait 3T yaitu Test, Trace, dan Treat sudah dikerjakan dengan baik dan berbasis standar. Tadi Presiden juga meminta untuk pengawasan yang lebih detail dan mikro di 12 kabupaten/kota yang punya kasus aktif lebih dari 1000,” kata Doni.

12 kabupaten/kota yang perlu mendapat perhatian tersebut antara lain Ambon, Jakarta Utara, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Jayapura, Padang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Pekanbaru, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Berdasarkan sumber https://ourworldindata.org/covid-health-economy tentang perbandingan kinerja ekonomi dan jumlah kematian akibat Covid-19 per 1 Juta penduduk di berbagai negara, Indonesia merupakan salah satu negara yang mampu menekan angka kematian dengan kinerja ekonomi yang relatif lebih baik.

”Kalau kita lihat penanganan kesehatan dan kinerja ekonomi, jika dibandingkan dengan berbagai negara lain, tingkat kontraksi ekonomi kita relatif rendah dan tingkat kematiannya juga rendah. Kita hanya di bawah Cina, Taiwan, Korea Selatan, dan Lithuania,” ungkap Doni.

Lihat juga...