Inilah Pengalaman Pasien Covid-19 Sembuh dengan Isolasi Mandiri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Ada cerita di balik kesembuhan pasien Covid-19 di salah satu kawasan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, setelah melakukan isolasi mandiri di rumah dan tanpa harus jauh dari keluarga.

Sebut saja namanya Mawar, seorang warga Padang yang terinfeksi Covid-19 setelah melakukan kontak dengan salah seorang pasien yang telah lebih dulu positif Covid-19, menceritakan, terkait pengalamannya melakukan isolasi mandiri atau di rumah.

“Saya melakukan isolasi di rumah tidak sampai 14 hari setelah melakukan hasil tes swab dengan hasil yang awalnya positif. Seiring melakukan isolasi menjadi negatif Covid-19,” katanya kepada Cendana News, Jumat (9/10/2020).

Ia menyebutkan, meski di satu sisi merasa dijauhkan oleh warga yang terkadang membuatnya sedih karena positif Covid-19, tapi ada yang membuat dirinya merasa lebih tenang dengan cara dia mendapat izin untuk melakukan isolasi di rumah.

Melakukan isolasi di rumah baginya sebuah kekuatan tambahan untuk bisa berjuang melawan virus yang ada di dalam tubuhnya itu. Sebab dalam kondisi terpapar Covid-19 benteng terkuat tubuh adalah dan imun dan imun akan bagus bila secara psikologi orang itu merasa lebih tenang dan bahagia.

“Nah dengan adanya ketentuan dari pemerintah bahwa boleh melakukan isolasi mandiri, membuat saya merasa senang, karena dengan di rumah meski terkurung di dalam kamar bisa mendengar suara keluarga,” ujarnya.

Selama di rumah, Mawar, menjalani aktivitas di dalam kamarnya, seperti mandi buang air serta peralatan yang digunakannya diperuntukkan secara khusus tanpa ada dicampur dengan keluarganya.

Begitu juga soal makan, akan diantar ditaruh di depan pintu kamar serta minum air mineral. Karena untuk tetap sehat konsumsi air mineral sangatlah penting.

Setelah itu akan datang petugas medis ke rumahnya untuk melihat kondisi kesehatan dan bila berangsur membaik maka akan dilakukan tes swab  untuk mengetahui apakah sudah sembuh atau belum.

“Jadi akan dites swab lagi. Dan beruntung saya cepat sembuh. Jadi isolasi 14 hari yang seharusnya, tidak selama itu saya mungkin sekitar 10 hari  dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Baginya kekuatan untuk sembuh adalah tetap bahagia dan caranya adalah dia tidak jauh dari keluarga. Kini kendati telah telah sembuh, protokol kesehatan tetap ia jalani.

“Kendati telah sembuh saya tidak boleh abai penggunaan masker, adalah hal yang wajib saya lakukan. Jadi musibah yang menimpa saya itu cukup menjadi pelajaran bagi saya,” ujar dia.

Untuk itu Mawar berpesan kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. Beruntung pula dirinya hanya gejala ringan sehingga bisa sembuh dengan waktu yang lebih cepat.

Sementara itu, data dari Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Barat menjelaskan, bahwa dari total 7.824 orang warga Sumatera Barat yang terpapar Covid-19 hingga Kamis (9/10) kemarin, memang sebagian besar melakukan isolasi mandiri.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, mengatakan, dari total 7.824 orang terpapar Covid-19 seluruh pasien telah mendapatkan penanganan, baik itu yang melakukan isolasi dari tempat yang telah disediakan oleh pemerintah serta rumah sakit, maupun yang melakukan isolasi mandiri.

Dikatakannya berdasarkan data yang terangkum dari Dinas Kabupaten dan Kota serta rumah sakit di seluruh daerah di Sumatera Barat, dapat tergambar bahwa untuk pasien yang dirawat di berbagai rumah sakit ada 401 orang (5,13%), isolasi mandiri 2.540 orang (32,46%), isolasi daerah 211 orang (2,70%), isolasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) 58 orang (0,74%), dan isolasi di Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) 59 orang (0,75%).

“Jadi memang dari total kasus sampai sekarang 7.824 orang 32,46% memilih melakukan isolasi mandiri,” ujar Jasman.

Jasman menyebutkan, ada ketentuan bagi pasien terinfeksi untuk memilih melakukan isolasi secara mandiri. Salah satunya pasien tidak memiliki gejala yang berat maka diperbolehkan memilih isolasi mandiri di rumah.

Kendati demikian Gugus Tugas memastikan, tetap melakukan pengawasan yang ketat untuk pasien positif Covid-19 guna menjamin kondisi si pasien agar tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi keluarga serta lingkungan tempat tinggalnya.

Selain itu bagi pasien yang melakukan isolasi mandiri harus memastikan berdiam diri di dalam kamar yang terpisah dengan keluarga yang ada di dalam rumah itu. Serta dilengkapi dengan fasilitas lain sehingga tidak membuat pasien keluar dari kamar selama melakukan isolasi.

Sejauh ini tingkat kesembuhan pasien yang melakukan isolasi mandiri terbilang sangat besar. Karena memang mereka adalah pasien yang memiliki gejala ringan.

Lihat juga...