Inovasi SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu Gunakan Energi Ramah Lingkungan

BENGKULU  – SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu mempelopori kampanye energi bersih dengan meluncurkan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu, Sutanpri, dihubungi, Sabtu, mengatakan, penggunaan energi bersih di sekolah mereka merupakan hasil dukungan dari ratusan orang yang menjadi donatur atau penyumbang untuk membeli panel surya.

Penggunaan PLTS sebagai sumber listrik di sekolah mereka ini merupakan program sekolah energi bersih yang digagas bersama Yayasan Kanopi Hijau Indonesia.

“Kami berharap ini dapat menjadi edukasi nyata bagi siapa pun yang ingin tahu tentang energi terbarukan ramah lingkungan,” kata dia.

Ia menambahkan, saat ini terdapat lebih 400 orang donatur yang memberikan donasi untuk membeli panel surya dengan realisasi anggaran sebesar Rp80 juta dari target dana Rp100 juta.

Menurutnya, semakin banyak orang yang terlibat untuk menjadi donatur pengadaan panel akan menjadi ukuran suksesnya kampanye penggunaan energi bersih di Bengkulu.

Sebab, menurut dia program ini bisa saja hanya melibatkan beberapa orang dengan nilai sumbangan yang besar, namun dengan cara itu jumlah orang yang terlibat untuk mewujudkan energi bersih di sekolah mereka menjadi terbatas.

“Kami tidak melihat nilai yang disumbangkan tapi partisipasi mereka mewujudkan sekolah energi bersih ini yang paling utama,” paparnya.

Ketua Kanopi Hijau Indonesia, Ali Akbar, mengatakan, instalasi atau pemasangan panel surya di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu ini sudah dilakukan sejak 25 September 2020 dan sudah menghasilkan energi listrik.

Menurutnya, penggunaan energi bersih sebagai sumber energi harus dilaksanakan secara terus menerus dan SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu merupakan pelopor penggunaan energi bersih di Bengkulu.

“Muara dari gerakan sekolah energi bersih ini adalah munculnya kesadaran kolektif dari seluruh rakyat Indonesia secara umum dan Bengkulu khususnya untuk tidak menjadi bagian perusak lingkungan dengan menikmati energi listrik yang bersumber dari batubara dan bahan bakar fosil lainnya” kata Ali.

Sementara itu, juru kampanye 350.org Indonesia, Irfan Toni, mengatakan, inisiasi sekolah energi bersih ini menjadi narasi tanding untuk mengkampanyekan penggunaan energi bersih dan menghentikan penggunaan energi fosil khususnya batu bara.

Apalagi, kata dia, pengembangan energi terbarukan ini juga dimulai dari sektor pendidikan yang menjadi tulang punggung dalam membangun bangsa.

Irfan juga mengapresiasi 400 orang donatur yang terlibat dalam realisasi penggunaan energi surya sebagai sumber listrik di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu.

“Diharapkan SMA Muhammadiyah 4 menjadi standar atau contoh dalam penggunaan energi terbarukan dan program ini juga menunjukkan bahwa energi bersih bisa didapat dengan cara gotong royong,” kata Irfan. (Ant)

Lihat juga...