Inovasi UPGRIS Dorong Kesadaran Masyarakat dalam Penerapan Prokes

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Mendorong kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan khususnya dalam mencuci tangan, Universitas PGRI Semarang memperkenalkan alat mesin cuci tangan otomatis (Mectis). Inovasi tersebut, juga menjadi bagian dari tri dharma perguruan tinggi, dalam pengabdian masyarakat.

“Perguruan tinggi, harus ikut ambil peran dalam mengatasi pandemi covid-19, khususnya melalui berbagai inovasi dan penelitian. Hal ini yang kita dorong, setelah sebelumnya para dosen kita menciptakan ventilator (alat bantu nafas) berbasis IoT (Internet of Things), kini hadir Mectis,” papar Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, SH. M.Hum, di kampus I Semarang, Kamis (8/10/2020).

Dijelaskan, inovasi alat tersebut menjadi peran dan kontribusi nyata perguruan tinggi, terkait penanganan covid-19.

“Meski demikian, peran pendidikan dan pengajaran juga tak kalah penting, untuk memberikan edukasi, terkait adaptasi baru dalam menghadapi covid-19,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan, Kepala Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi LPPM UPGRIS Dr. Achmad Buchori, M.Pd.

“Pembuatan atau inovasi Mectis ini menjadi salah satu upaya kita, dalam pencegahan penyebaran covid-19, menggaungkan penerapan protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan,” terangnya.

Berbeda dengan mesin cuci tangan yang sudah ada di pasaran, Buchori menandaskan teknologi yang diusung lebih bagus, namun harga lebih murah serta hemat listrik.

“Jadi Mectis ini merupakan mesin cuci tangan otomatis three in one. Artinya, air, sabun dan pengering, terangkai menjadi satu,” paparnya.

Sementara untuk teknologi yang diusung, menggunakan sensor cahaya yang ditempatkan pada keran air dan sabun cair. Sedangkan untuk pengering, memakai teknologi sensor jarak.

“Cara kerjanya sederhana, pengguna cukup menaruh tangan di bawah keran, sensor akan membaca, bahwa kebutuhan cahaya berkurang, sehingga mendorong keluarnya air dan sabun cair,” lanjutnya.

Demikian juga pada bagian pengering, ketika telapak tangan diletakkan di bawahnya, dalam jarak 10 centimeter, udara kering akan keluar.

“Udara kering sebagai pengering tangan ini keluar selama 50 detik. Lebih lama dibanding mesin yang sudah ada, yang hanya 45 detik. Kemudian daya listrik yang dibutuhkan untuk Mectis hanya 450 watt, berbeda jauh dari yang umum, bisa mencapai dua kalinya,” tegasnya.

Ditambahkan, Mectis menjadi salah satu produk unggulan dari Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi LPPM UPGRIS.

“Dalam proses pembuatannya, kita menjalin kerjasama dengan PT UPGRI, dalam proses hilirisasi sehingga bisa diproduksi massal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Merek ini juga sudah kita ajukan ke Kemenkumham,” pungkasnya.

Lihat juga...