Integrasi Pertanian dan Peternakan Solusi Keterbatasan Pakan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Drh. Muhamad Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan, menyebut integrasi peternakan dan pertanian menjadi solusi bagi terbatasnya pasokan pakan di masa kemarau. Limbah pertanian menjadi sumber pakan alami.

Ia mengatakan, sejumlah program pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian bisa dimanfaatkan oleh peternak. Tujuh program pemerintah bagi peternak telah digulirkan, mendorong kesejahteraan petani. Selama ini, petani di Lamsel sekaligus berprofesi sebagai peternak.

Menurutnya, beberapa bantuan berbentuk hibah meliputi bantuan sapi peranakan ongole (PO). Bantuan ternak jenis kambing peranakan etawa (PE), hibah peternakan ayam boiler, hibah ternak itik petelur, pembangunan embung pengairan untuk ternak, sumur bor untuk ternak dan budi daya kebun rumput odot seluas dua hektare.

Drh. Muhamad Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan, Senin (5/10/2020). -Foto: Henk Widi

“Pengembangan sektor peternakan di Lamsel, tentunya akan mendorong peternak untuk membentuk kelompok agar memudahkan pengajuan bantuan, serta meningkatkan kesejahteraan peternak yang sekaligus sebagai petani,” terang Muhamad Arsyad, saat dikonfirmasi Cendana News di Kalianda, Senin (5/10/2020).

Potensi lahan pertanian, sebut Muhamad Arsyad, menjadi peluang untuk integrasi dengan peternakan. Pada sejumlah lahan pertanian di Kecamatan Ketapang, sejumlah petani menanam jagung, padi yang limbahnya bisa dipakai untuk pakan. Sebagian petani memilih mengintegrasikan lahan pertanian untuk penanaman rumput odot dan gajahan, sebagai sumber pakan alami.

Peternak unggas, ternak ruminansia atau memamah biak bisa memanfaatkan lahan pertanian. Sejumlah peternak yang telah mendapat bantuan unggas, memanfaatkan pakan bekatul hasil penggilingan padi.

Potensi lahan pertanian sawah dimanfaatkan untuk penggembalaan ternak bebek petelur. Usai mendapat hasil panen padi, lahan berpotensi menjadi sumber pakan alami ternak bebek.

“Saat musim kemarau, pakan untuk ternak unggas dan ruminansia bisa dihemat dengan sumber dari lahan pertanian,” bebernya.

Potensi bantuan embung dan sumur bor untuk para peternak, sebut Muhamad Arsyad, dilakukan pada kawasan peternakan terpadu. Sebab, kelompok ternak yang mengajukan bantuan embung dan sumur bor memiliki lahan kandang, kebun rumput yang luas. Selama ini, proposal pengajuan telah diusulkan oleh kelompok peternak, namun diperlukan validasi lokasi untuk disetujui.

“Kendala bagi peternak mendapat sejumlah bantuan hibah, karena beternak masih skala rumah tangga dan belum membentuk kelompok,” cetusnya.

Sujadi, petani sekaligus peternak di Desa Margasari, Kecamatan Sragi, menyebut integrasi pertanian dan peternakan sangat penting. Kebutuhan pakan hijauan alami yang diperoleh dari lahan pertanian menjadi pasokan utama. Memanfaatkan lahan sawah gulma, rumput di sela tanaman padi kerap menjadi pakan. Saat panen, jerami padi sumber pakan silase yang dominan digunakan.

“Perkembangan sistem peternakan modern membuat kami melakukan fermentasi pakan, sehingga lebih awet hingga panen berikutnya,” beber Sujadi.

Pemanfaatan sumur bor, sebut Sujadi, potensial untuk irigasi lahan peternakan. Sumur bor sedalam 70 meter disalurkan ke bak untuk minum ternak sapi. Saat masa tanam, sumur bor dimanfaatkan untuk pasokan tanaman padi. Satu titik sumur bor dengan diameter pipa 2 inchi, bisa dimanfaatkan untuk lahan seluas 10 hektare.

Keberadaan embung di wilayah tersebut, diakui Sujadi sekaligus menjadi solusi penanaman pakan. Jenis pakan rumput gajahan dan odot mulai dikembangkan petani untuk stok saat kemarau. Meski kemarau, peternak bisa tetap mendapat pasokan pakan hijauan. Sebab, rumput pakan sengaja ditanam pada lahan kosong dan bantaran sungai.

Paeran, peternak di Desa Sripendowo, mengaku memiliki sepuluh ekor sapi peranakan ongole. Ia memanfaatkan pakan hijauan dengan cara menanam rumput gajahan dan odot. Keberadaan embung di kecamatan setempat, berpeluang untuk mendapat sumber air. Selain hijauan, tanaman padi dan jagung menjadi sumber pakan ternak sapi miliknya untuk asupan silase.

Lihat juga...