Intervensi Lintas Sektoral Dukung Penurunan ‘Stunting’ di Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Intervensi penurunan gizi buruk atau stunting di Lampung Selatan (Lamsel) terus dilakukan oleh berbagai pihak. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat pun mendukung upaya ketersediaan atau penyiapan gizi sebagai asupan.

Drh. Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel menyebut pihaknya concern mendukung penyiapan gizi untuk penurunan stunting. Masalah gizi kronis sebutnya bisa diatasi dengan asupan protein gizi.

Ia mengatakan dinas yang dipimpinnya jadi sektor penentu dalam penyiapan gizi dan protein hewani. Bersama Dinas Kesehatan pihaknya telah bekerja sama dengan perusahaan peternakan ayam untuk penyiapan telur. Lebih dari 70.000 butir dibagikan dalam beberapa tahap pada sejumlah desa locus stunting di Lamsel.

Pada wilayah Kecamatan Ketapang, Drh Arsyad menyebut produk peternakan sangat penting untuk asupan kesehatan. Produk yang memiliki kandungan gizi,protein bagi kesehatan anak anak meminimalisir risiko stunting. Produk peternakan yang dianjurkan meliputi daging, susu dan telur. Semua produk tersebut saat ini mudah diperoleh.

“Selain bisa membelinya di pasar, warung saat ini penyediaan asupan protein hewani untuk meningkatkan gizi didukung oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan pemberian bantuan ayam pedaging, petelur untuk dikembangkan serta itik petelur,” terang Drh Arsyad saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (2/10/2020).

Drh. Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan saat kegiatan kampanye gizi produk peternakan cegah stunting di Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Jumat (2/10/2020). -Foto Henk Widi

Menurut Arsyad, kampanye gizi produk peternakan di Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, sangat penting. Sebab sesuai data Kementerian Kesehatan RI ada sebanyak 49 anak tercatat alami stunting. Berkat intervensi berbagai pihak salah satunya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, angka stunting bisa dihilangkan. Hal yang sama dilakukan di Desa Bangunrejo di kecamatan yang sama.

Kandungan gizi pangan asal hewan sebut Drh Arsyad cukup baik untuk anak-anak. Jumlah zat gizi per 100 gram telur sebutnya memiliki kalori 173, daging ayam 404 dan susu 6,1. Zat gizi asal telur memiliki nilai protein 3, daging ayam 18,2 dan susu 3,2.  Tiga produk hewan tersebut mengandung gizi yang sempurna terutama bagi anak saat masa pertumbuhan.

“Telur saat ini bisa diperoleh dari hasil beternak setiap keluarga dari ayam dan itik,daya cerna sebesar 96% cocok bagi anak anak,” cetusnya.

Penyiapan gizi yang baik disebutnya sangat penting dalam intervensi penurunan stunting. Meski produk hewani memiliki gizi baik namun produk pangan harus memiliki standar keamanan pangan (food safety). Sebagai syarat produk pangan harus aman, sehat utuh dan halal (ASAH) sehingga bernilai baik bagi manusia.

Intervensi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sejak awal tahun fokus pada dua locus stunting di Kecamatan Ketapang. Pemberian susu, telur dan daging dalam bentuk daging ayam, ikan telah diberikan kepada warga yang memiliki balita. Selain itu ibu hamil dan menyusui menjadi perhatian dengan pembagian produk pangan yang bergizi.

“Kampanye gizi produk peternakan terus digencarkan agar kesehatan anak anak meningkat dan stunting hilang,” tegasnya.

Imam Junaidi, Kepala Desa Kemukus menyebut angka stunting di desanya turun sejak 2013. Semula sebanyak 49 anak menurun menjadi 27 pada tahun 2014 dan kini tidak ditemukan lagi kasus stunting. Penurunan kasus stunting sebutnya didukung intervensi sejumlah pihak salah satunya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Selain produk bernilai gizi siap konsumsi jenis daging, telur dan susu dibagikan juga bibit ternak untuk keberlangsungan produk hewani,” cetusnya.

Selain intervensi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, sektor pertanian, kesehatan dan unsur lain aktif terlibat. Keberadaan posyandu anak-anak dan lansia menjadi solusi untuk peningkatan kesadaran pentingnya gizi. Prioritas bagi ibu hamil, menyusui dan anak-anak mendapat gizi yang baik bertujuan meningkatkan derajat kesehatan.

Penurunan angka stunting di dua desa diakui Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang didukung berbagai pihak. Dukungan tersebut semakin membantu tugas Dinas Kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Persoalan stunting yang telah hilang di Ketapang akan tetap mendorong masyarakat menyiapkan asupan gizi.

“Melalui bidan, kader Posyandu peningkatan gizi dari berbagai sektor terus disosialisasikan kepada masyarakat,” cetusnya.

Selain persoalan stunting, Samsu Rizal menyebut saat ini persoalan kesehatan harus jadi perhatian. Peningkatan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 tetap diwaspadai. Pencegahan bisa dilakukan dengan pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan gunakan hand sanitizer. Selain itu dekati musim penghujan warga harus waspada pada potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Lihat juga...