Jelang PTM, SMPN 6 Purwokerto Perketat Penerapan Prokes

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 6 Purwokerto sudah dipersiapkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain penggunaan masker dan face shield, ruangan kelas juga rutin disemprot disinfektan dan dipel setiap usai pembelajaran.

Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Purwokerto, Sri Indarti mengatakan, hari ini, Senin (19/10) baru dilakukan pengecekan kesiapan protokol kesehatan terakhir oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Sedangkan pelaksanaan PTM sendiri akan dimulai besok, Selasa (20/10).

“Semua infrastruktur penunjang protokol kesehatan sudah siap, hanya saja hari ini sebelum sekolah ditutup akan dilakukan penyemprotan disinfektan terlebih dahulu untuk kelas-kelas yang akan digunakan besok,” kata Sri Indarti, Senin (19/10/2020).

Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Purwokerto, Sri Indarti di kantornya, Senin (19/10/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Sri Indarti menerangkan, sejak awal kedatangan, siswa akan dilakukan pengecekan suhu tubuh, kemudian mereka diharuskan mencuci tangan dan baru diperbolehkan masuk ke kelas. Jumlah siswa pada tiap kelas juga dibatasi hanya separuh dari kapasitas ruangan. Rata-rata jumlah siswa satu kelas sekitar 32 anak, sehingga yang masuk hanya 16 siswa.

“Jadwal masuk siswa digilir, misalnya besok kelas 8, total ada 8 kelas, sehingga dipecah menjadi 16 kelas, kemudian besoknya baru kelas 9 yang masuk dan aturannya sama,” katanya.

Untuk memudahkan tracing jika ada siswa yang sakit, pihak sekolah memberikan nomor urut pada setiap tempat duduk dan semua siswa menduduki bangku yang sama setiap kali PTM. Karena adanya pembatasan jumlah siswa per kelas tersebut, maka setiap siswa masuk dua kali dalam satu minggu,” jelasnya.

Sebelumnya, pihak sekolah juga sudah membuat video simulasi PTM. Video tersebut selain untuk diajukan ke Dinas Pendidikan sebagai syarat pengajuan PTM, juga untuk sosialisasi kepada para wali murid.

Menurut Sri Indarti, meskipun tidak semua wali murid setuju pembelajaran tatap muka, namun sebagian besar yaitu sampai 90 persen menyatakan setuju. Dan untuk para wali murid yang belum memperbolehkan anaknya mengikuti PTM, pihak sekolah tetap menyediakan pembelajaran daring.

“Kita tidak bisa memaksa seluruh wali murid untuk setuju pelaksanaan PTM, meskipun protokol kesehatan sudah kita terapkan secara maksimal, sehingga pembelajaran daring tetap kita siapkan,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan  Dasar Dindik Banyumas, Erna mengatakan, dari sekolah-sekolah yang mengajukan izin PTM, untuk tingkat sekolah menengah pertama, SMP Negeri 6 Purwokerto dinilai paling siap melaksanakan PTM.

“Dari simulasi video yang dikirimkan ke kita, persiapan PTM di SMP N 6 Purwokerto sudah sangat maksimal, seperti semua siswa dan guru wajib pakai masker dan dilengkapi dengan face shield yang disediakan sekolah, kemudian cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah PTM, menjaga jarak di dalam kelas dan sebagainya,” pungkasnya.

Lihat juga...