Jembatan Pelangi, Objek Wisata Baru nge-Hit di Pariaman

Editor: Mahadeva

PARIAMAN – Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, menjadi sorotan banyak pihak, karena kemajuan dan perkembangan pariwisatanya di masa pandemi Covid-19. Daerah tersebut berhasil memunculkan desa menjadi objek wisata unik.

Selain Desa Tungkal Selatan, yang kini cukup populer, saat ini ada Desa Kampung Kandang, di Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, yang mulai mendapatkan lirikan masyarakat. Di Desa Kampung Kandang terdapat objek wisata yang dikenal dengan sebutan Jembatan Pelangi.

Saat didatangi, keberadaan jembatan pelangi tidak hanya dapat sekedar menikmati jembatan yang di cat warna warni seperti pelangi. Tetapi alam disekitar jembatan juga sangat indah dan rugi untuk tidak dinikmati. “Dulu kawasan ini bisa dikatakan hanya semak belukar dan rawa. Tapi sekarang tempat ini berubah jadi indah dan memang layak untuk liburan bersama keluarga, karena alamnya nyaman sekali,” kata salah satu pengunjung Yulia, Minggu (18/10/2020).

Jembatan pelangi terbuat dari bambu dengan panjang 360 meter. Jembatan tersebut berada di sebuah tempat terbuka, dan jauh dari polusi dengan lingkungan yang sangat asri. Selain menyehatkan, karena untuk menikmatinya pengunjung diharuskan berjalan kaki, pengunjung juga bisa menghirup udara segar dan juga merasakan terik-nya sinar matahari yang menyehatkan. “Ini adalah objek wisata yang kreatif, dan jembatan pelangi itu sangat unik dan indah karena di cat dengan cat warna-warni yang menarik dan cocok untuk foto-foto,” sebutnya.

Yulia Fitri, berada di objek wisata Desa Kampung Kandang yang dikenal dengan keindahannya kini Jembatan Pelangi – Foto: Ist /Noli Hendra

Yulia mengaku cukup sering datang ke tempat itu, karena anak-anaknya sangat senang bermain di sekitar jembatan. Anak-anal dapat berlari di sepanjang jembatan bambu. Melihat keramaian pengunjung, Yulia berharap ada penambahan fasilitas pendukung, seperti pondok-pondok kecil yang didesain seperti rumah gadang. “Kalau ada pondok-pondok itu bisa lebih bagus, karena ada kesan bahwa tengah berada di perkampungan Minangkabau,” tandasnya.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono menyebut, objek wisata itu sangat instagramable.
Dan saat ini memang era wisata yang harus cocok untuk foto-foto. Sudah banyak anak muda yang datang ke Jembatan Pelangi, untuk sekedar selfie atau berfoto bersama dengan rekan-rekanya. Walaupun secara resmi tempat ini belum dibuka untuk umum, karena masih dalam tahap finishing, tetapi tidak menyurutkan minat orang untuk datang ke Desa Kampung Kandang.

“Jadi dengan adanya wisata di Desa Kampung Kandang itu, telah menambah daftar destinasi wisata yang ada di Kota Pariaman, dan juga sesuai dengan instruksi kami kepada para Kepala Desa, untuk membuat desa-nya menjadi desa wisata,” tandasnya.

Jalan jembatan, dibuat dari bambu dan dibangun dengan sistem Swakelola dalam program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Anggarannya menggunakan Anggaran Dana Desa Kampung Kandang sebesar Rp117.258.000, di tahun anggaran 2020. Tercatat objek wisata Jembatan Pelangi telah diresmikan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, beberapa bulan yang lalu. 

Lihat juga...