Jumlah Penumpang KA di Wilayah Daop 5 Terus Meningkat

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Memasuki libur panjang akhir Oktober ini, jumlah penumpang Kereta Api (KA) di wilayah Daop 5 Purwokerto, terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terjadi baik untuk penumpang turun maupun naik.

Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto mengatakan, kenaikan jumlah penumpang terjadi sejak Kamis (28/10/2020). Data Daop 5 Purwokerto menyebut, kenaikan jumlah penumpang naik, paling banyak terjadi pada Jumat (30/10/2020) yang mencapai 3.010 orang.

Sedangkan untuk penumpang turun, ada sekira 2.615 orang. Sehari sebelumnya, pada Kamis (29/10/2020), jumlah penumpang naik sebanyak 2.626 orang dan yang turun 3.313 orang. “Untuk hari ini, Sabtu (31/10/2020), juga mengalami kenaikan, hanya saja data yang masuk ke kita belum keseluruhan, untuk sementara penumpang yang naik hari ini ada 3.617 orang dan yang turun 2.339 orang,” rinci Supriyanto, Sabtu (31/10/2020).

Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, saat ditemui di kantornya, Sabtu (31/20/2020) – FOTO : Hermiana E.Effendi

Jumlah penumpang naik dan turun, paling banyak dilayani di Stasiun Purwokerto. Dibagian lain, mengenai antisipasi longsor di jalur KA seperti yang terjadi pada Kamis (29/10/2020) lalu, Daop V Purwokerto meningkatkan upaya pemantauan jalur. Terutama untuk jalur-jalur yang rawan longsor dan ambles. “Curah hujan sekarang masih tinggi, sehingga pemantauan jalur yang rawan longsor, ambles dan banjir kita tingkatkan,” jelasnya.

Bentuk potensi bencana pada jalur KA terdiri dari, rawan bencana amblesan lantaran tanah labil, rawan longsor dan juga rawan banjir. Wilayah rawan tersebut tersebar pada beberapa titik. Untuk rawan amblesan atau tanah labil, berada di antara stasiun Slawi – Prupuk.

Rawan longsor di antara Stasiun Songgom – Prupuk, Banjar – Langen, Jeruklegi – Lebeng. Dan untuk daerah rawan banjir adalah antara Stasiun Linggapura – Bumiayu. “Di titik rawan ini, kita sudah melakukan langkah-langkah pengamanan serta menempatkan petugas pemantau yang intensif memeriksa dan melaporkan kondisi jalur. Dengan demikian, jika ada peristiwa yang berpotensi mengganggu perjalanan KA bisa segera ditangani,” jelasnya.

Pihak Daop 5 Purwokerto juga telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS). Yang berisi batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H beam untuk jembatan, alat penambat rel, genset dan lampu penerangan serta alat siaga lainnya. AMUS ditempatkan pada lima lokasi yang mudah terjangkau, beserta tim flying gank atau unit reaksi cepat. “Amus kita tempatkan di stasiun Prupuk, Purwokerto, Kroya, Sidareja dan Kutoarjo,” terangnya.

Salah satu penumpang KA, Vivin mengatakan, meskipun sempat terjadi longsor dan materialnya menutup jalur KA, namun ia tetap merasa lebih nyaman bepergian dengan menggunakan kereta api. “Jalan darat seperti jalur selatan hari ini juga banjir, jadi tetap lebih nyaman menggunakan KA,” tandasnya.

Lihat juga...