Kabupaten Sikka Berlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Bupati Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan Surat Edaran Bupati Sikka Nomor 345/C-19/X/2020 tertanggal 1 Oktober 2020 terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) termasuk pemberlakuan jam malam dengan beberapa poin yang harus dilaksanakan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditemui di ruangannya, Jumat (2/10/2020). Foto : Ebed de Rosary

Selang beberapa saat setelah disampaikan kepada publik, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka selaku Sekertaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka mengeluarkan revisi terkait surat sebelumnya.

“Saya tidak mengatakan PSBB dan sebenarnya bukan PSBB. Bahasanya diperhalus bukan instruksi tetapi pembatasan kegiatan masyarakat,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditemui Cendana News, Jumat (2/10/2020).

Petrus katakan, bukan PSBB tetapi pembatasan kegiatan masyarakat dalam skala lokal untuk kabupaten Sikka karena bicara PSBB harus sesuai dengan Permenkes Nomor 9 tahun 2020 terkait PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Ia menambahkan, meskipun ada pembatasan tapi unit pelayanan publik tetap jalan termasuk di kantor kecamatan, kelurahan dan desa untuk melaksanakan tugas pendampingan pelaku perjalanan yang menjalani karantina mandiri apakah menjalankannya sesuai protokol kesehatan atau tidak.

“Semalam ada perubahan judul dan saya sampaikan ke Bupati Sikka dan Humas sehingga direvisi judulnya. Pembatasan kegiatan di masyarakat ini mulai diberlakukan hari ini dengan rentang waktunya selama 10 hari kedepan,” sebutnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini,selama rentang waktu tersebut dilakukan penyembuhan diri sesuai dengan apa yang disampaikan Bupati Sikka terkait dengan poin yang tertera di dalam surat edaran yang dikeluarkan tersebut.

Petrus menjelaskan, pelaku perjalanan yang positif di Kelurahan Kota Uneng, Maumere saat ditanyai mengaku pernah kembali ke Kabupaten Ende sehingga pihaknya sudah menyampaikan kepada gugus tugas di daerah tersebut agar dilakukan penelusuran warga yang kontak erat.

“Yang kontak erat dengan pelaku perjalanan yamg positif Covid-19 di Kelurahan Kota Uneng sekitar 30 lebih dan sudah diambil sampel swabnya untuk dilakukan pengecekan,” jelasnya.

Selain itu Petrus mengaku pelaku perjalanan yang positif di Kecamatan Doreng sudah diisolasi di RS TC Hilelrs Maumere dan warga yang kontak erat dengan pelaku perjalanan tersebut sekitar 16 orang dari keluarga dekat.

Sementara itu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dalam surat edaran menyebutkan 10 poin yang harus ditaati diantaranya bagi warga masyarakat baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Protokol Pencegahan Covid-19 akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Robi sapaannya katakan, petugas pengamanan dan petugas kesehatan di wilayah lperbatasan antar kabupaten,terminal, bandar udara dan pelabuhan laut tetap memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan sesuai prosedur yang ditetapkan.

“Camat, lurah, kepala desa dan ketua RT atau RW wajib mengawasi dan mendampingi pelaku perjalanan di wilayahnya masing-masing dan tetap berkoordinasi dengan petugas kesehatan dalam wilayah masing-masing,” harapnya.

Lihat juga...