KAMMI Bekasi Kecam Penembakan Gas Air Mata di Area Kampus

Redaktur: Satmoko Budi Santodo

BEKASI – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengecam aksi penembakan gas air mata oleh polisi hingga masuk di lingkungan kampus Universitas Islam ’45 (UNISMA) di Jalan Cut Mutia No. 83 Bekasi Timur.

Aksi penolakan pengesahaan Undang-Undang Cipta Kerja berlangsung pada Kamis kemarin di Kota Bekasi diwarnai penyemprotan gas air mata dari kepolisian hingga menghujani Kampus UNISMA tempat mahasiswa dan pelajar berkumpul usai ikut demo di kantor DPRD.

“Ini bentuk arogansi keterlaluan, tidak seharusnya polisi menembakkan gas air mata sampai ke dalam kampus. Ini tidak mencerminkan semangat melindungi dan mengayomi,” ujar Rahmad Dani, Sekretaris KAMMI Kota Bekasi kepada Cendana News, Jumat (9/10/2020).

Sekretaris KAMMI Kota Bekasi, Rahmad Dani, mengecam aksi penembakan gas air mata masuk ke area Kampus UNISMA saat pembubaran aksi tolak Omnibus Law belum lama ini, Jumat (9/10/2020). Foto: Muhammad Amin

Dia mendesak Polres Metro Bekasi, bisa memberi keterangan alasan penembakan air mata sampai ke dalam Kampus UNISMA. Padahal berdasarkan Pasal 13 Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU No. 2/2002) berisi memelihara keamanan, menegakkan hukum, dan memberi perlindungan serta pengayoman terhadap masyarakat adalah dilakukan oleh polisi.

Dikatakan bahwa kejadian tersebut menjelang Magrib kemarin sore. Polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. Gas air mata tersebut tidak saja ditembakkan di jalan raya, melainkan juga di area kampus seperti di kawasan parkir mobil UNISMA, dimana mahasiswa sedang mencari tempat perlindungan setelah adanya penindakan pembubaran massa.

“Kami sangat menyesali cara-cara barbar seperti itu. Seharusnya, jika diperlukan melakukan protap pembubaran massa cukup dilakukan di luar area kampus. Tetapi yang terjadi gas air mata ditembakkan di area parkir kampus. Sangat barbar, melukai dan tidak membawa solusi,” tegasnya.

Rahmad Dani berharap ada proses lebih lanjut terhadap tindakan represif polisi di area Kampus UNISMA.

Diketahui kejadian tersebut berawal ketika iring-iringan kendaraan pihak aparat gabungan ingin memantau situasi wilayah Kota Bekasi. Saat di sekitar lokasi Kampus UNISMA peserta aksi masih melakukan orasi di depan Kampus Unisma, ada yang  melempari batu ke arah rombongan yang melintas.

“Mengingat waktu  demo sudah hampir selesai, kami melakukan negosiasi dengan massa yang masih melakukan orasi,” jelas Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko.

Tapi, lanjutnya, ada sedikit insiden, kendaraan petugas dilempari. Atas hal itu dilakukan tindakan tegas dengan memukul mundur massa yang masih melakukan aksi dan melempari petugas. Polisi juga mengamankan ratusan pelajar peserta aksi untuk didata.

“Kita dorong mereka dengan tembakan gas air mata yang dibantu oleh BKO dari Polda Sumut, Polda Sumbar dan juga BKO dari TNI,” terangnya.

Lihat juga...