Kartu Prakerja Dorong Akselerasi Pencapaian Target Inklusi Keuangan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Program Kartu Prakerja yang diluncurkan pemerintah pada Aprli lalu sebagai salah satu program perlindungan sosial di masa pendemi, diklaim telah berhasil mendorong akselerasi pencapaian target inklusi keuangan nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin mengungkapkan, berdasarkan survei evaluasi kedua yang dilaksanakan oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP), pada tanggal 4-7 Oktober 2020 terhadap 160.560 responden menunjukkan peningkatan inklusi keuangan yang cukup baik.

“Sebelum mengikuti Program Kartu Prakerja, sebanyak 23 persen responden tidak memiliki rekening bank. Saat ini, 44 persen dari 23 persen responden tersebut telah memiliki rekening bank. Kemudian sebelum mengikuti Program Kartu Prakerja, sebanyak 45 persen responden tidak memiliki e-wallet. Saat ini, sebanyak 94 persen dari 45 persen responden tersebut telah memiliki e-wallet,” terang Rudy dalam kegiatan webinar bertajuk Sinergi Dalam Program Kartu Prakerja Untuk Akselerasi Inklusi Keuangan, Rabu (14/10/2020).

Rudy menlanjutkan, menurut Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat, tingkat inklusi keuangan nasional saat ini sudah berada di level 76,2 persen.

“OJK menargetkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia mencapai 90 persen di 2024,” tandasnya.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, inklusi keuangan memiliki tiga fungsi penting bagi perekonomian, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong proses pemulihan ekonomi nasional, serta mendukung daya tahan ekonomi masyarakat.

“Saat ini teknologi digital semakin dibutuhkan di masa pandemi. Kini masyarakat tidak lagi perlu mengantri, bertatap muka dengan petugas, atau pergi ke kantor tertentu untuk mendapatkan layanan, termasuk layanan keuangan,” tukas Rudy.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari menambahkan, Prakerja telah menjalin kerja sama dengan empat mitra pembayaran yaitu Bank BNI, OVO, LinkAja, dan GoPay. Kini, MPPKP juga menggandeng DANA.

“Bergabungnya DANA dalam ekosistem Kartu Prakerja sebagai mitra pembayaran memberi lebih banyak pilihan kepada peserta Kartu Prakerja ke rekening mana dana insentif akan disalurkan,” tutur Denni.

Menurut Denni, target pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan sangat terbantu oleh meningkatnya jumlah perusahaan fintech di Indonesia yang mengincar segmen pasar Indonesia yang belum terjangkau sektor keuangan.

“Salah satu hambatan utama peningkatan inklusi keuangan di Indonesia berkaitan erat dengan edukasi dan sosialisasi produk keuangan yang masih tergolong rendah,” kata Denny.

Temuan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), sambung Denni, telah menyimpulkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi oleh perusahaan fintech adalah rendahnya literasi keuangan (75 persen), permasalahan infrastruktur dasar (57 persen), dan tantangan modal (44 persen).

“AFTECH juga mencatat bahwa 71 persen pelaku fintech secara langsung menargetkan segmen masyarakat yang belum terjangkau (unbanked) dan kurang terjangkau (underbanked) oleh perbankan. Sebesar 73,9 persen responden melakukan kolaborasi dengan lembaga keuangan lainnya/bank, sedangkan 43,5 persen responden membuat kemitraan strategis dengan pemerintah,” pungkas Denni.

Lihat juga...