Karya Didi Kempot Mampu Satukan Lintas Generasi

SEMARANG — Lagu-lagu ciptaan almarhum Didi Prasetyo atau lebih dikenal  dengan nama panggung Didi Kempot, mampu menyatukan perbedaan generasi, suku bahkan bahasa. Tidak hanya di Indonesia, namun hingga mancanegara.

Tembang-tembang seperti ‘Cidro’, ‘Layang Kangen’, ‘Kalung Emas’, ‘Stasiun Balapan’, ‘Tanjung Mas Ninggal Janji’, ‘Suket Teki’, ‘Banyu Langit’ serta puluhan judul lagu lainnya, mampu menyatukan para penggemarnya.

Di satu sisi, kesuksesannya dalam berkarier, tidak lantas membuatnya lupa. Ketika pandemi Covid-19 menghantam Indonesia, dan melumpuhkan beragam sektor kehidupan, melalui konser virtual yang dilakukannya dari rumah pada 11 April 2020, pria kelahiran 31 Desember 1966 ini mampu mengumpulkan donasi sebesar Rp 7,6 miliar, yang diserahkan untuk membantu melawan Covid-19.

Tidak hanya itu, dirinya juga merilis lagu berjudul ‘Ojo Mudik’ pada 1 Mei 2020, yang berisi imbauan supaya masyarakat tidak pulang kampung alias mudik ke kampung halaman selama Idul Fitri 2020, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Dedikasi Didi Kempot, dalam dunia seni tarik suara sungguh luar biasa. Secara konsisten membawakan lagu-lagu berbahasa Jawa, sehingga turut andil dalam memperkenalkan bahasa ibu ini ke seluruh pelosok negeri, bahkan hingga ke luar negeri. Termasuk keterlibatannya, dalam membantu memerangi Covid-19 melalui seni, juga patut diapresiasi,” papar Direktur Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) Paulus Pangka di kantornya, di Semarang, Selasa (20/10/2020).

Dipaparkan, dengan sederet karya dan dedikasi Didi Kempot kepada masyarakat tersebut, pihaknya pun memberikan apresiasi berupa penghargaan Lifetime Achievement Award sebagai tokoh seniman luar biasa atau maestro Pop Jawa dan Campursari.

“Penghargaan ini baru dua kali kita berikan, karena memang tidak sembarang orang mendapatkannya. Pertama yang mendapat apresiasi serupa yakni maestro penyanyi keroncong, Waldjinah, serta kedua, maestro pop jawa dan campursari Didi Kempot,” tambah Paulus.

Sementara, istri Didi Kempot, Saputri, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Leprid.

“Penghargaan ini tentu saya dedikasikan untuk almarhum mas Didi Kempot, beserta karya-karya beliau. Harapannya, lagu atau karya mas Didi bisa terus dinyanyikan, dan disukai oleh semua kalangan,” paparnya.

Dijelaskan, secara keseluruhan ada sekitar 700 lagu karya almarhum Didi Kempot, namun belum semuanya diluncurkan ke masyarakat atau penggemarnya.

“Sejauh ini baru sekitar 180 lagu, yang sudah terekam dan dikenal. Jadi masih ada lebih dari 500 karya almarhum yang belum diperkenalkan, dan ini akan dimunculkan kembali oleh pihak keluarga, agar bisa dinikmati dan dikenal oleh masyarakat,” tambah pengacara keluarga Didi Kempot, Faisol yang turut mendampingi.

Saat ini, pihaknya juga tengah mengurus semua royalti serta hak-hak keluarga sebagai ahli waris terhadap karya Didi Kempot.

“Kami tidak melarang seniman lain meng-cover lagu almarhum, namun setidaknya bisa berkoordinasi dengan keluarga dan tim kuasa hukum. Intinya dari pihak keluarga hanya ingin lagu Jawa karya almarhum bisa menginspirasi seniman Indonesia dan dinikmati semua kalangan. Jadi tujuannya bukan karena materi semata, namun agar karya almarhum bisa dikenal dan dihargai,” pungkasnya.

Lihat juga...