Kasus Covid-19 Meningkat, Prokes di Pelabuhan Bakauheni Diperketat

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Penjabat sementara Bupati Lampung Selatan, Sulpakar, meminta pihak terkait tingkatkan disiplin protokol kesehatan (prokes). Langkah tersebut dilakukan imbas peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari semula 91 menjadi 94 orang.

Disiplin prokes telah diterapkan pada sejumlah instansi untuk menekan laju virus mematikan tersebut. Salah satu titik yang jadi perhatian tim Gugus Tugas Covid-19 sebut Sulpakar berada di Pelabuhan Bakauheni.

Sebagai pintu masuk dan keluar Pulau Sumatera pelaku perjalanan dari sejumlah wilayah berpotensi menjadi lalu lintas pembawa virus Covid-19. Sejumlah tahapan penerapan prokes telah dicek pada area Pelabuhan Bakauheni.

Sejumlah sarana dan prasarana yang disediakan pada area Pelabuhan Bakauheni sebutnya cukup memadai. Pendisplinan prokes terus gencar dilakukan dengan penggunaan masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Fasilitas yang disediakan PT ASDP Bakauheni sebagai pengelola pelabuhan sebutnya cukup memadai.

“Angka perkembangan terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini secara nasional, provinsi hingga kabupaten alami peningkatan sehingga perlu ada upaya menekan laju penambahan dengan melibatkan semua pihak secara berjenjang salah satunya di jalur penyeberangan laut,” terang Sulpakar saat dikonfirmasi awak media di Bakauheni, Selasa (13/10/2020).

Pendisplinan prokes lanjut Sulpakar harus melibatkan semua unsur agar tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Pemkab Lamsel bersama pihak kepolisian, TNI dan unsur masyarakat terus meningkatkan disiplin prokes. Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 masih terus melakukan razia masker untuk pencegahan penularan.

Captain Solikin (kiri) General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Bakauheni mendampingi Sulpakar (tengah), Pjs Bupati Lampung Selatan saat pengecekan pendisplinan kesehatan di area pelabuhan, Selasa (13/10/2020). -Foto Henk Widi

Ia juga mengajak setiap desa kembali mengaktifkan tim gugus tugas penanganan Covid-19. Langkah paling efektif sebutnya dengan mendisplinkan masyarakat memakai masker. Penggunaan masker bertujuan untuk mencegah terpaparnya orang sehat dengan yang sakit dan yang telah memiliki riwayat penyakit penyerta.

“Pada area Pelabuhan Bakauheni berpotensi menjadi tempat lalu lintas orang, petugas kesehatan pelabuhan harus lebih aktif,” terang Sulpakar.

Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Bakauheni menyebut pihaknya tetap konsisten pada prokes. Konsistensi diterapkan pada semua karyawan untuk disiplin dalam penggunaan masker. Pada stakehoder terkait pendisplinan prokes diberlakukan terhadap pelaku perjalanan penumpang pejalan kaki, pengguna kendaraan dan di atas kapal.

“Para stakeholder tetap konsisten dalam penerapan prokes seiring dengan laju perkembangan Covid-19 yang terjadi,” bebernya.

Penegakan disiplin pada area pelabuhan sebutnya telah dilakukan sejak pintu masuk. Pengendara kendaraan, penumpang pejalan kaki yang tidak memakai masker diminta keluar pelabuhan. Sebelum masuk ke area kapal pihak operator kapal diwajibkan melakukan pemindaian suhu tubuh, menyiapkan tempat cuci tangan. Tempat duduk penumpang juga diberi jarak dengan tanda silang.

Jimmy Banggas Hutapea, Kepala Dinas Kesehatan Lamsel sekaligus juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 mengaku terjadi penambahan kasus baru. Sejak Senin 12 Oktober 2020 jumlah total pasien Covid-19 mencapai 94 orang. Sebelumnya hanya ada 91 orang positif Covid-19 namun ada penambahan kasus baru.

Kasus baru tersebut yakni pasien nomor 92 asal Kecamatan Natar dengan inisial Y (31). Pasien tersebut saat di-tracing memiliki riwayat kontak erat dengan tenaga kesehatan dan tidak ada gejala. Saat ini pasien sedang menjalani isolasi di rumah sakit di Bandar Lampung. Pasien nomor 93 inial R (34) asal Kecamatan Sidomulyo hasil tracing kasus positif Covid-19 pasien nomor 84.

“Pasien telah menjalani isolasi pada salah satu rumah sakit rujukan Lamsel hingga batas waktu dua pekan,” sebutnya.

Pasien tambahan ketiga, sebut Jimmy adalah perempuan berinisial L (38) warga Kalianda. Kasus terkonfirmasi positif sebanyak 3 orang menjadikan kasus di Lamsel total berjumlah 94 orang. Sebanyak 3 orang dinyatakan meninggal akibat Covid-19 dua diantaranya diindikasi oleh penyakit penyerta yang diderita.

Rentannya potensi penularan Covid-19 lanjut Jimmy mendorong setiap orang berperilaku hidup sehat. Penggunaan masker menjadi syarat mutlak sesuai dengan standar World Health Organisation (WHO). Selain itu ia meminta setiap pelaku perjalanan yang berasal dari zona merah wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Lihat juga...