Kasus HIV/AIDS di Sikka Tercatat Bertambah 35

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Jumlah warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terjangkit penyakit HIV dan AIDS terus mengalami peningkatan. Di tahun 2020 hingga bulan Juni sudah tercatat 35 warga terjangkit penyakit ini.

Jika ditotal sejak ditemukan 35 kasus positif HIV dan AIDS maka hingga bulan Juni tahun 2020 sudah terdapat 865 warga Kabupaten Sikka yang sudah tertular HIV dan AIDS di mana jumlah kasus terbanyak terjadi di tahun 2013 sebanyak 103 kasus.

“Untuk tahun 2020 hingga bulan Juni sudah terdapat 35 kasus HIV dan AIDS. Sebanyak 13 kasus HIV dan 22 kasus AIDS yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia,” kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, Yohanes  Siga, saat ditemui Cendana News di kantornya, Jumat (9/10/2020).

Ketua KPA Kabupaten Sikka, Yohanes Siga saat ditemui di kantornya, Jumat (9/10/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Yan sapaannya menyebutkan, kasus HIV terbanyak terjadi tahun 2016 sebanyak 42 kasus disusul tahun 2017 sebanyak 33 kasus sementara jumlah warga yang tertular AIDS terbanyak terjadi tahun 2017 sejumlah 62 orang disusul tahun 2015 sebanyak 58 orang.

Sementara itu sebutnya, jumlah kematian akibat penyakit ini terbanyak terjadi pada tahun 2014 sebanyak 25 orang disusul tahun 2010 sejumlah 23 orang serta tahun 2012 berjumlah 21 orang.

“Sejak tahun 2003 hingga bulan Juni 2020 tercatat sudah terdapat 264 warga Kabupaten Sikka tertular HIV dan 601 orang tertular AIDS. Penyakit ini menyebabkan 2016 warga meninggal dunia,” terangnya.

Yan mengharapkan agar segenap warga Kabupaten Sikka terutama yang datang dari perantauan agar mau memeriksakan kesehatannya di klinik Voluntary Counselling and Testing  (VCT) yang ada di RS TC Hillers Maumere dan di beberapa Puskesmas.

Ia juga mengimbau agar warga Kabupaten Sikka menjaga kesehatan dengan tidak melakukan hubungan seksual selain dengan pasangan suami istri masing-masing untuk mencegah penularan HIV dan AIDS.

“Kami selalu melakukan sosialisasi ke desa dan kelurahan serta di tempat-tempat hiburan malam mengenai bahaya penyakit ini dan pencegahannya. Kita berharap agar semua pemangku kepentingan dan masyarakat bersama memerangi penyakit ini,” harapnya.

Salah seorang warga Kota Maumere, Yani Making berharap agar pemerintah melalui Dinas Kesehatan melakukan tes kesehatan rutin terhadap para pekerja di tempat hiburan malam.

Yani yang juga mantan anggota DPRD Sikka ini berharap agar pemerintah mengalokasikan anggaran yang memadai agar kerja KPA Sikka bisa lebih optimal dan bisa merekrut para pekerja untuk melakukan sosialisasi HIV dan AIDS hingga ke desa-desa.

“Selain melakukan sosialisasi rutin ke tempat-tempat hiburan malam, perlu juga ditambah petugas KPA Sikka agar bisa melakukan sosialisasi hingga ke desa-desa secara rutin dengan menggandeng tenaga kesehatan di Puskesmas,” ungkapnya.

Lihat juga...