Kasus Kematian Covid-19 di Banyumas Didominasi Usia di Atas 60 Tahun

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Kasus kematian Covid-19 di Kabupaten Banyumas didominasi dari usia di atas 60 tahun. Dari 22 kasus kematian, sebanyak 14 orang merupakan pasien positif Covid-19 usia di atas 60 tahun.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, pihaknya terus menyerukan agar para orangtua dan kormobid atau orang dengan penyakit pemberat untuk dilindungi dan dibatasi interaksinya.

“Jika dipilah dari usia, pasien positif Covid-19 yang usianya di atas 60 tahun jumlahnya paling sedikit, namun tingkat kematiannya paling banyak. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua, agar lebih menjaga dan memperhatikan para orang tua supaya terhindar dari Covid-19,” kata Husein, Selasa (27/10/2020).

Lebih lanjut Husein menjelaskan, sewaktu jumlah kasus Covid-19 di Banyumas mencapai 739 orang, ia melakukan pemilahan berdasarkan usia. Dan diperoleh hasil sebagai berikut, kasus positif Covid-19 yang berusia 0-18 tahun ada 148 orang, kemudian usia 18-30 tahun ada 185 orang, 30-40 tahun ada 126 orang positif, 40-50 tahun ada 118 orang, 50-60 tahun ada 103 orang dan di atas 60 tahun ada 59 orang.

Dari pengelompokan usia tersebut, lanjutnya, diketahui bahwa kasus positif Covid-19 di Banyumas paling banyak pada usia 18-30 tahun, yaitu mencapai 185 orang.

Namun untuk angka kematian, berbanding terbalik dengan jumlah kasus positif. Husein merinci, dari total pasien positif Covid-19 yang meninggal 22 orang, 14 orang diantaranya dari usia di atas 60 tahun. Kemudian usia antara 50-60 tahun ada 4 orang yang meninggal, usia 40-50 tahun ada 3 orang meninggal, usia 30-40 tahun terdapat 1 meninggal dan usia 18-30 tahun ada 1 orang yang meninggal.

“Dengan mencermati data-data tersebut, maka kita membuat program jiwong jiga atau siji wong siji jaga, yang artinya untuk lansia satu akan dijaga oleh satu orang yang sehat,” paparnya.

Selain menekankan pada penjagaan para lansia, Bupati juga meminta masyarakat untuk menjaga kormobid. Beberapa jenis penyakit pemberat yang banyak ditemukan pada pasien kasus positif Covid-19 antara lain, darah tinggi atau hipertensi, gula, asma, jantung, TBC, penderita liver, gagal ginjal dan penyakit berat lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, prosentase angka kematian Covid-19 di Banyumas masih lebih rendah dibandingkan dengan prosentasi angka kematian propinsi Jawa Tengah maupun nasional.

“Prosentase kematian Covid-19 di Banyumas 2,97 persen, ini jauh lebih rendah dibanding propinsi maupun nasional. Meskipun begitu, kita harus tetap melakukan upaya pencegahan, terutama untuk kalangan lansia dan kormobid,” pesannya.

Lihat juga...