Keberhasilan RPJMN Jadi Kunci Menuju Indonesia Maju 2045

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Meski dihantam pandemi, pemerintah tetap optimis, Indonesia masih berada di jalur yang tepat menuju cita-cita menjadi negara maju pada tahun 2045.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengungkapkan, apa yang telah dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menjadi tolak ukur untuk mencapai sasaran pada visi 2045.

“Saat ini Indonesia telah menjadi negara yang menyandang predikat upper middle income (negara berpenghasilan menengah atas), targetnya di tahun 2036 Indonesia bisa keluar dan menjadi negara Maju,” ujar Suharso, Rabu (14/10/2020) usai mengikuti pengarahan terbatas dengan Dewan Pertimbangan Presiden secara virtual.

Dalam pertemuan ini, Suharso juga menyampaikan beberapa poin penting perihal Kebijakan dan Program Strategis Pembangunan Nasional. Poin pertama, kata Suharso, adalah RPJMN 2020 -2024 ini merupakan periode transisi untuk membangun transformasi ekonomi di Indonesia.

“Transformasi ekonomi harus dimulai pada tahun 2020-2024 untuk memberikan landasan kokoh menuju Indonesia Maju,” ujar Menteri.

Selain itu, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna RPJMN 2020 -2024, RPJMN ini memuat visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sama-sama bersinergi sesuai dengan apa yang tertuang dalam RPJMN sehingga ada kesamaan gerak langkah.

Suharso menyebutkan dalam dalam perumusan Visi Indonesia Maju 2045, pemerintah sebelumnya telah membaca megatrend dunia. Transformasi Indonesia memuat strategi lompatan besar, terobosan, inovatif, dan thinking outside the box.

“Adanya kasus pandemi Covid-19 dan vaksin menjadi sebuah game changer dalam berbagai aspek kehidupan dan kebijakan. Kasus ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Pandemi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan yang inklusif,” tukas Suharso.

Selain membahas mengenai RPJMN, Suharso pun menuturkan berkenaan dengan kelanjutan penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI). Pandemi ini juga menjadi momentum untuk melakukan percepatan penyelenggaraan Satu Data Indonesia.

Pemerintah melalui Bappenas tengah menyusun Rencana Percepatan SDI 2021. Percepatan yang dilakukan ini terdapat pada Pembinaan Data (spasial & keuangan), Infrastruktur Data & interoperability, arsitektur data dan informasi, big data, keamanan data, serta pendampingan Satu Data Tingkat Pusat dan Daerah.

“Saat ini Portal Satu Data Indonesia (data.go.id) telah terhubung dengan 43 Portal Data Instansi, dengan total dataset sebesar 41,708 dataset, serta akumulasi berkas atau file sebanyak 58,155 berkas,” tutup Suharso.

Lihat juga...