Kecamatan Penarik Menjadi Klaster Baru COVID-19 di Mukomuko

Puskesmas Penarik Kabupaten Mukomuko tutup sementara setelah ada dokter positif COVID-19 – Foto Ant

MUKOMUKO – Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini menjadi klaster baru penularan COVID-19. Hal itu dampak dari konfirmasi positif terinfeksinya seorang tenaga kesehatan.

“Dengan adanya tenaga kesehatan yang terjangkit oleh pasien COVID-19 di Kecamatan Penarik, maka saat ini wilayah tersebut jadi klaster Penarik,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, Senin (26/10/2020).

Sebelumnya, ada tiga klaster penularan COVID-19 di Mukomuko, yakni klaster Pondok Suguh, klaster perkantoran di Bank Bengkulu, klaster PT Agro Muko Tanah Rekah Estate (TRE). Dan kini bertambah satu lagi klaster baru yakni klaster Penarik.

Penarik, menjadi klaster baru penularan COVID-19 di daerah itu setelah Dinas Kesehatan menerima hasil tes usap terhadap perempuan berumur 32 tahun, yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Yang bersangkutan dinyatakan positif COVID-19.

Berdasarkan penelusuran riwayat kontak terhadap kasus 58 tersebut, yang bersangkutan pernah kontak erat dengan pasien COVID-19 dalam hal ini kasus 57, yang bekerja sebagai dokter di Puskesmas Penarik. “Keduanya bekerja sebagai tenaga kesehatan di wilayah ini. Suaminya bekerja sebagai dokter di puskesmas Kecamatan Penarik dan bekerja sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Bukit Mulya dan keduanya saat ini dirawat di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu,” jelasnya.

Selanjutnya, Puskesmas Penarik mulai Senin (26/10/2020) tutup sementara dan tidak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Berdasarkan penelusuran riwayat kontak dua tenaga kesehatan yang positif COVID-19, sebanyak 50 tenaga kesehatan di Puskesmas Penarik, 10 tenaga kesehatan di Puskesmas Bukit Mulya, dan empat warga umum yang kontak erat dengan pasien itu. “Semua tenaga kesehatan dan empat warga umum yang pernah kontak erat dengan pasien ini telah menjalani tes swab (usap), dan mereka juga menjalani isolasi mandiri di rumahnya,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...