Kemenag Usulkan 864.840 Pegawai Non PNS Dapat Subsidi Gaji

Editor: Mahadeva

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Ali Ramdhani saat menghadiri rapat kerja dengan komisi VIII, DPR RI, beberapa waktu lalu, di Jakarta – Foto Ist/ Amar Faisal Haidar

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag), mengusulkan bantuan subsisi gaji, bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Non PNS tahun anggaran 2020. Surat usulan disampaikan Menteri Agama, Fachrul Razi, kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Kami usulkan, total ada 864.840 guru Non PNS. Selanjutnya akan diverifikasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),” terang Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, Sabtu (31/10/2020).

Verifikasi BPJS, menurut pria yang akrab disapa Dhani tersebut, dilakukan untuk memastikan, para guru belum mendapatkan bantuan sosial sejenis dari kementerian lainnya. BPJS memastikan, para guru yang diusulkan itu belum mendapat bantuan subsidi dari Kementerian lain. GTK yang terverifikasi ini nantinya akan mendapat subsidi gaji selama tiga bulan, terhitung dari Oktober sampai Desember 2020,” tandasnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Muhammad Zain mengatakan, usulan subsidi gaji dari Kementerian Agama terdiri dari 617.467 guru RA/Madrasah, 124.524 guru Pendidikan Agama Islam, 25.292 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), 2.262 ustadz Pendidikan Diniyah Formal, dan 580 dosen Ma’had Aly.

Diusulkan juga 76.358 tenaga kependidikan madrasah dan 10.730 tenaga kependidikan PTKI. “Selain itu, yang kami usulkan juga adalah 2.545 guru Pendidikan Agama Kristen, 2.105 guru Pendidikan Agama Katolik, 1.937 guru Pendidikan Agama Hindu, 886 guru Pendidikan Agama Buddha, dan 154 guru Pendidikan Agama Khonghucu,” tukas Zain.

Menurut Zain, 617.467 guru RA/Madrasah dan 76.358 tenaga kependidikan madrasah sudah divalidasi melalui Simpatika. Dari jumlah itu, hasil verifikasi BPJS menyebut, ada 43.895 orang sudah menerima Bantuan Subsidi Upah dari Kemenaker. Sedang, 55.242 orang sudah menerima kartu prakerja berdasarkan data prakerja sampai September 2020.

Sisanya, sebanyak 171.015 masih dalam proses verifikasi BPJS. Mereka terdiri dari guru pendidikan agama di sekolah (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu), ustadz pesantren (PDF atau pesantren mu’adalah), dosen PTKI, dosen mahad Aly, serta tenaga kependidikan pada PTKI. “Kita berharap, semoga November ini bisa cair. Kami terus berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak terkait,” pungkasnya.

Lihat juga...