Kemendikbud: Masuk Kuliah Harus dengan ‘Passion’

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto dalam Kuliah Umum Mahasiswa Baru STP Trisakti 2020/2021 di Jakarta, Kamis (1/10/2020). -Ant

JAKARTA – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto, mengatakan tidak ada program studi yang suram.

“Di dunia ini tidak ada program studi yang suram. Segala sesuatunya harus dilakukan dengan “passion”. Bahkan, masuk fakultas kedokteran UGM pun, kalau tidak “passion” akan menjadi suram,” ujar Wikan Sakarinto, dalam Kuliah Umum Mahasiswa Baru STP Trisakti 2020/2021 di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Karena itu, Wikan meminta agar mahasiswa baru yang masuk ke pendidikan vokasi maupun perguruan tinggi vokasi tidak merasa rendah diri dengan rekan-rekannya yang masuk perguruan tinggi akademik.

Jika mahasiswa ingin keberadaannya naik, maka buktikan dengan kompetensi kemampuan nonteknis, yakni bisa bicara, berempati, kemampuan komunikasi yang baik, menerima perbedaan, dan berpikir kritis.

“Yang paling penting adalah berani berinovasi, tidak takut melakukan kesalahan,” kata dia lagi.

Dalam kesempatan itu, Wikan menambahkan, bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukan satu-satunya penentu kesuksesan mahasiswa setelah lulus dari kuliah. Kompetensi yang utama adalah kompetensi nonteknis.

Sejumlah perusahaan, bahkan mengeluhkan banyak lulusan perguruan tinggi yang kurang tahan menghadapi tekanan dalam dunia kerja, kurang dapat bekerja sama dalam sebuah tim, kurang dapat berkomunikasi lisan dan tulisan, serta kurang inisiatif dan mudah bosan.

“Di dunia industri yang dibutuhkan adalah kemampuan nonteknis,” cetus dia.

Kemendikbud, lanjut dia, merancang konsep “pernikahan massal” antara pendidikan vokasi dan industri, dunia usaha dan dunia kerja. Program tersebut bukan hanya sekadar tanda tangan saja, namun lebih dalam dan erat.

Program itu mulai dari penyusunan kurikulum, pelatihan, magang, dosen tamu hingga pemberian beasiswa. Melalui program tersebut, maka makin tinggi minat industri untuk merekrut lulusan pendidikan vokasi.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Fetty Asmaniati, mengatakan pihaknya melakukan sejumlah perubahan untuk mahasisw angkatan baru.

Mulai tahun akademik 2020/2021, pihaknya menerapkan kebijakan Kemendikbud, yakni Kampus Merdeka.

Untuk pembelajaran, pihaknya mengutamakan teori lebih dulu, baru kemudian praktik begitu kondisi pandemi Covid-19 mulai melandai.

“Melalui kuliah umum ini, kami berharap wawasan maupun pengetahuan mahasiswa baru dapat bertambah. Mudah-mudahan kalian akan memahami setelah lulus mau ke mana,” kata Fetty.

Ketua Yayasan Trisakti, Bimo Prakoso, berharap mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan dunia perkuliahan dengan baik. Bimo berpesan, agar mahasiswa menjauhi narkoba dan mampu berkolaborasi dengan sesamanya. (Ant)

Lihat juga...