Kemenkop UKM Dorong Modernisasi Koperasi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong koperasi melakukan modernisasi dengan mengikuti perkembangan teknologi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pengurus koperasi harus melakukan modernisasi koperasi sebagai upaya perubahan atau transformasi untuk lebih maju dalam hal organisasi dan tata kelola teknologi mengikuti perkembangan zaman hingga melahirkan koperasi modern.

Koperasi modern menurutnya, adalah koperasi yang menjalankan kegiatan dan usahanya dengan menerapkan tata kelola koperasi yang baik (good cooperative governance/GCG), memiliki daya saing dan adaptif terhadap perubahan.

“Langkah modernisasi koperasi harus dijalankan, karena bertujuan untuk meningkatkan daya saing, manfaat, relevansi, dan integrasi ekonomi digital koperasi,” ujar Teten, pada diskusi webinar “Forum Partisipasi Anggota Prioritas Koperasi BMI“, di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Dalam rangka pengembangan koperasi, menurutnya,  pemerintah memiliki strategi modernisasi koperasi. Diantaranya, perbaikan ekosistem, yang salah satunya terkait akses pembiayaan dan pasar, serta masuknya koperasi ke sektor unggulan.

Kedua, yakni berupa instrumen kebijakan guna memastikan terciptanya kerja kolaboratif seluruh pemangku kebijakan.

Selain itu, sistem pengawasan dan lembaga penjamin. Di samping konsolidasi Usaha Kecil Menengah (UKM) hulu hingga hilir, yang salah satunya meliputi konsolidasi lahan, pola tanam, dan sebagainya.

Ada juga strategi arsitektur pengembangan koperasi nasional yang meliputi infrastruktur, profesionalisme dan tata kelola, dan sebagainya.

Teten juga mengharapkan pengurus koperasi menyampaikan secara utuh perencanaan usaha hingga anggota dapat memahami, menyadari, dan ikut bertanggung jawab atas upaya pencapaian tujuan usaha.

Menurutnya, melibatkan secara aktif seluruh anggota koperasi dalam perencanaan usaha dan proses pengambilan keputusan, juga merupakan cara untuk meningkatkan partisipasi anggota koperasi.

“Anggota perlu menyadari tujuan pelayanan usaha yang dilakukan oleh pengurus dan pengelola,” pungkasnya.

Lihat juga...