Kemenparekraf Dorong Penulis Skenario Tanamkan Nilai Budaya

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi, Kemenparekraf, Syaifullah saat menjelaskan terkait pelatihan penulisan skenario berbasis budaya Indonesia, Sabtu (31/20/2020) - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA — Mengangkat nilai-nilai budaya tradisional dalam karya pelaku ekonomi kreatif di subsektor televisi, diharapkan mampu menaikkan Indonesia ke ranah internasional. Hal ini didasarkan pada beberapa karya seniman luar negeri yang mengangkat budaya tradisional mereka dan mampu menembus blantika internasional.

Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi, Kemenparekraf, Syaifullah menyebutkan, saat ini program dan konten televisi saat ini yang belum banyak mengangkat nilai-nilai budaya bangsa. Padahal Indonesia memiliki lebih dari 1.530 suku dan potensi itu yang sebenarnya harus diangkat.

“Berkaca dari film Parasite yang bisa menembus Hollywood. Padahal film itu tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar dalam filmnya. Namun konten di dalamnya menarik sehingga dapat diterima masyarakat dunia,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/10/2020).

Ia menilai potensi dan keunikan di Indonesia sangat luar bisa untuk disajikan kepada menarik wisatawan.

“Kita punya 17 ribu pulau, 1.500 lebih suku. Namun kita masih kurang bisa mengemas atau membuat showcase kepada dunia untuk menunjukkan bahwa Indonesia punya semuanya,” kata Syaifullah.

Dikatakan, bahwa esensi dari Kemenparekraf melakukan pelatihan adalah untuk mengarahkan para pelaku ekraf untuk lebih mengangkat budaya asli Indonesia.

“Kegiatan SCENE yang bekerja sama dengan Persatuan Karyawan Film Televisi Indonesia adalah untuk memunculkan penulis-penulis skenario yang dapat memproduksi tayangan agar mampu diterima oleh industri film dan OTT tanah air bahkan global,” kata Syaifullah

Ia mengharapkan para pembuat konten bisa menanamkan nilai-nilai budaya pada karyanya, sehingga tidak melulu bicara soal cinta atau roman picisan.

“Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi ajang pertukaran informasi yang mampu mendorong dan mengembangkan industri kreatif nasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ria Nofida Telaumbanua menyatakan apresiasinya pada Kemenparekraf yang terus berupaya menggali potensi-potensi pelaku kreatif di Sumatera Utara dan Kota Medan khususnya untuk terus berinovasi mengembangkan kreativitasnya.

“Kegiatan ini sangat berguna dan bermanfaat bagi para generasi muda yang ada di Medan dan Danau Toba sebagai destinasi prioritas untuk terus bisa mengekspresikan kemampuan dirinya di bidang film dan televisi,” ujarnya.

Ria juga berharap kegiatan ini bisa dijadikan pembelajaran bagi generasi muda di Sumut, lantaran mentor-mentor yang dihadirkan berkompeten di bidangnya.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan betul, lantaran tidak akan terulang kedua kali. Kami berharap Kemenparekraf bisa mengadakan lagi di sini untuk tahap kedua dan seterusnya,” pungkasnya.

Lihat juga...