Kenang Jasa Soeharto, Anggota GBC Ziarah ke Astana Giribangun

Editor: Makmun Hidayat

SOLO — Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Bhakti Cendana (GBC), menggelar ziarah ke Makam Presiden RI ke-2 Jenderal Besar H.M. Soeharto di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. 

Ziarah bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda ini dilakukan karena kerinduan dengan sosok Bapak Pembangunan, Soeharto, yang pasca reformasi dinilai belum ada sosok Presiden yang mampu menyamai keberhasilan membangun bangsa.

Mereka yang tergabung dalam GBC ini berasal dari Solo Raya, baik dari Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, dan Solo.

“Kaki ini ingin berkumpul, menyatukan hati untuk bergerak bersama di Gerakan Bhakti Cendana. Gerakan ini untuk semata-mata mengatakan jika kami setia dengan Pak Harto dan loyalis Cendana,” kata Satmoko, Ketua Panitia Ziarah, Rabu (28/10/2020).

Sedikitnya 50 anggota GBC ikut bergabung dalam ziarah ini. Mereka mengaku bergabung dan bergerak sebatas dari media sosial. “Awalnya hanya 22 orang, dari situ kita bentuk kepengurusan dari Koordinator Daerah (Korda) masing-masing kabupaten,” ulasnya.

Tujuan ziarah ke Astana Giribangun, selain untuk mengenang jasa-jasa Presiden ke-2 Indonesia, juga untuk mendoakan agar bangsa Indonesia ke depan memiliki pemimpin seperti kepemimpinan Presiden Soeharto. Sebab, sampai saat ini masyarakat bawah masih banyak yang mengungkapkan jika belum ada pemerintah yang seenak dan nyaman pada masa pemerintahan Soeharto.

“Kami menilai belum ada Presiden yang terobosannya untuk masyarakat melebihi keberhasilan Pak Harto. Artinya program-programnya, kedekatan dengan rakyat, memberi rasa aman dan tentram di masyarakat,” imbuh Satmoko.

Dengan ziarah dan mendekatkan dengan makam Presiden Soeharto beserta Ibu Negara Tien Soeharto mampu mengobati rasa rindu mereka. Kerinduan ini akan semakin terobati dengan adanya sosok seperti Jenderal Besar H.M. Soeharto dan program-program yang cerdas untuk memajukan bangsa Indonesia.

“Sebenarnya Juni kemarin mau digelar Munas GBC di Solo. Karena masih Covid-19, jadi diurungkan. Untuk itu, kita gelar ziarah bersama meski anggotanya tetap kita batasi,” tandasnya.

Lihat juga...